5 Alasan Mengapa Belajar Bahasa Asing Harus Menjadi Resolusi Tahun Baru

Tahun 2021 baru saja kita masuki beberapa hari yang lalu. Bila kita menatap kembali ke tahun 2020 – tahun yang mungkin tidak akan pernah kita lupakan seumur hidup kita – kita harus melihatnya sebagai tahun pertumbuhan diri, bukan tahun penderitaan. Kita harus bersyukur bahwa kita mampu melalui setiap hari di tahun 2020. Tentu kita berharap memasuki tahun yang baru ini kita telah bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih tangguh. Let’s take a deep breath and enter 2021 with hope and confidence!

Bicara tentang tahun baru, biasanya kita juga bicara tentang resolusi tahun baru atau daftar keinginan dan target yang ingin kita capai dalam setahun ke depan. Apakah kamu memasang target untuk mengurangi berat badan? Berolahraga lebih teratur? Atau mengurangi belanja online? Hehehe…. Tapi jika kita ditanya apakah yakin bisa lanjut terus dan konsisten untuk mencapai target yang telah ditetapkan, mungkin sebagian dari kita tidak bisa yakin.     

Mengapa kita tidak membuat goal yang mudah untuk diraih dan sekaligus bisa mengubah hidup kita? Artikel ini akan memberitahumu goal apakah yang dimaksud, tapi baca dulu yang di bawah ini ya…  

Di era globalisasi seperti saat ini, kemampuan yang baik dalam berkomunikasi telah menjadi suatu hal yang sangat dibutuhkan, lebih dari sebelumnya. Walaupun teknologi membuat kita terkoneksi satu sama lain dengan mudah, tapi jika kita tidak bisa berbicara dalam bahasa yang digunakan oleh lawan bicara kita, komunikasi akan tetap mengalami kendala.

Kenapa repot sih, kan ada Google Translate. Hal ini pasti terbersit di pikiran sebagian dari yang sedang membaca artikel ini. True, Google Translate can help us.  Tapi ngaku deh, pasti pernah kan mengerutkan kening ketika membaca hasil terjemahannya?

So, apa nih goal yang bisa dijadikan resolusi tahun baru di 2021 ini yang mudah untuk diraih dan paling bermanfaat? Tidak lain adalah mempelajari bahasa asing, apakah itu Bahasa Inggris, Bahasa Korea, atau bahasa asing lainnya.

5 Alasan Mengapa Belajar Bahasa Asing Dapat Menjadi Resolusi Tahun Baru yang Paling Bermanfaat

  1. Belajar Bahasa Asing Dapat Dilakukan Dengan Cara yang Menyenangkan dan Hasilnya Terukur

Jika kamu mencari kegiatan yang menyenangkan sekaligus produktif serta memungkinkan kamu untuk terkoneksi dengan banyak orang, mempelajari Bahasa Inggris, Bahasa Korea atau bahasa asing lainnya adalah pilihan terbaik yang bisa kamu lakukan.

Sekitar 60-75% orang di dunia bisa berbicara paling tidak dalam dua bahasa. Kalau nyaris tiga per empat populasi dunia ini mempelajari bahasa lain selain bahasa ibunya, itu menunjukkan bahwa mempelajari bahasa asing merupakan hal yang realistis untuk dilakukan. Jadi, mereka yang tidak bisa berbicara dalam minimal dua bahasa sesungguhnya termasuk kaum yang merugi, hehehe…

Walaupun proses belajar Bahasa Inggris, Bahasa Korea, atau bahasa asing lainnya membutuhkan waktu, usaha yang konsisten, dan kesabaran (terutama bersabar dengan diri sendiri), hasilnya dapat diukur dan setiap kemajuan yang kamu alami akan memotivasi kamu untuk belajar lebih dalam lagi.

Sedikit tip tentang menetapkan resolusi tahun baru: jika kamu membuat resolusi yang berat dan menyiksamu saat melaksanakannya, hampir bisa dipastikan kamu akan menyerah dalam waktu dua minggu saja. Itulah pentingnya menetapkan resolusi yang realistis, nyaman untuk  dilakukan, dan yang paling penting menyenangkan.

  1. Belajar Bahasa Inggris, Bahasa Korea, atau Bahasa Asing Lainnya Dapat Memperluas Kesempatan Kerja dan Pengembangan Karir

Tidak perlu diragukan lagi bahwa mempelajari Bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya sejak usia dini mendatangkan banyak manfaat, kamu bisa simak kembali hal tersebut di artikel Fakta-fakta Ilmiah Seputar Pembelajaran Bahasa Inggris Sejak Usia Dini. Namun tidak berarti bahwa orang yang baru belajar Bahasa Inggris, Bahasa Korea, atau bahasa asing lainnya di usia dewasa tidak bisa mendapatkan manfaat yang maksimal.   

Orang dewasa yang fasih berbahasa Inggris atau bahasa asing lainnya pasti kepercayaan dirinya juga meningkat, baik dalam relasi profesional maupun personal. Yang jelas, kesempatan yang lebih luas untuk mendapatkan pekerjaan dan pengembangan karir akan diperoleh dengan kemampuan berbahasa Inggris atau bahasa asing lainnya.  

Kamu yang baru lulus kuliah dan sedang mulai mencari pekerjaan, ketika sedang menelusuri iklan lowongan pekerjaan, pasti sering mendapati syarat “menguasai Bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya” di iklan-iklan tersebut. Jika kamu memiliki kemampuan memahami dan berbicara dalam Bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya, kesempatanmu akan lebih besar untuk dapat lanjut ke proses rekrutmen berikutnya.

Di era global seperti sekarang ini, perusahaan-perusahaan swasta nasional maupun internasional, organisasi internasional, bahkan institusi pemerintah yang membuka lowongan pekerjaan, menginginkan karyawan yang well-rounded – berpengetahuan luas – dan mampu berkomunikasi lintas budaya. Dengan mampu berbicara dalam bahasa asing, persyaratan tersebut sudah sebagian besar terpenuhi.

  1. Belajar Bahasa Asing Dapat Meningkatkan Kemampuan Multitasking

Orang yang bisa berbicara dalam dua atau lebih bahasa akan lebih terampil dalam berpindah-pindah dari dua atau lebih sistem wicara, tuturan (ujaran), tulisan, maupun struktur. Kemampuan berpindah-pindah dengan cepat ini akan membuat mereka lebih baik ketika harus melakukan beberapa tugas dalam waktu yang bersamaan dibandingkan dengan orang yang berbicara hanya dalam satu bahasa. Ketika kita bekerja dalam bahasa yang berbeda, kita juga akan berpikir dengan cara yang berbeda.    

  1. Belajar Bahasa Inggris, Bahasa Korea, atau Bahasa Asing Lainnya Menjadikanmu Penjelajah dan Terkoneksi dengan Lebih Banyak Orang

Buat kamu yang menggemari kegiatan traveling, terutama ke luar negeri, dan lebih memilih  mengatur sendiri itinerary tanpa mengikuti rombongan tur, kemampuan berbahasa asing, seperti Bahasa Inggris atau bahasa lain yang memiliki banyak penutur, adalah kemampuan yang mutlak untuk kamu miliki.

Travelers atau para penjelajah, seperti dikutip dari blog.traveloka.com, akan lebih menikmati berada di suatu tempat saat mereka berinteraksi dengan sekitarnya termasuk dengan penduduk setempat. Mereka biasanya akan meminta saran kepada penduduk setempat tentang tempat apa saja yang baik untuk dikunjungi dan tidak melulu berpegang pada apa yang tertulis di guidebook. Seorang traveler biasanya senang berbincang dengan orang lokal, juga tertarik mempelajari budaya lokal yang unik dan berbeda dari satu tempat ke tempat lainnya.

Kamu tidak akan bisa melakukan semua hal keren di atas jika kamu tidak bisa berkomunikasi dalam bahasa nasional negara tujuan kamu itu kan, atau minimal berkomunikasi dalam bahasa internasional, seperti Bahasa Inggris misalnya, yang dapat dipahami oleh kedua belah pihak.

Bahkan jika kita tidak terlalu fasih, usaha kita untuk mengerti beberapa kosakata dan tata bahasa dari negara yang sedang kita jelajahi tersebut pastinya akan sangat dihargai oleh orang-orang setempat yang kita ajak bicara. Percakapan yang lebih menyenangkan dan friendly pun akan tercipta dan kita bisa membangun jejaring dan pertemanan baru yang mungkin kelak akan bermanfaat untuk kehidupan profesional dan personal kita.  

  1. Belajar Bahasa Asing Baik Untuk Kesehatan Otak

Pernah dengar kalimat yang mengatakan bahwa seseorang disebut tua ketika dia berhenti mempelajari hal baru? Nah, mempelajari bahasa asing adalah hal yang bisa membuat seseorang terus merasa muda.

Sebuah studi yang dilakukan oleh York University of Toronto menemukan bahwa mempelajari bahasa asing memiliki efek yang sangat kuat kepada otak manusia dan bahkan bisa menunda datangnya demensia (penyakit yang mengakibatkan penurunan daya ingat dan cara berpikir). Studi tersebut menemukan bahwa orang yang mampu berbicara dalam dua bahasa, baru akan mengalami penurunan daya ingat dan cara berpikir rata-rata lima tahun lebih lambat dibanding orang yang hanya berbicara dalam satu bahasa (Thompson, 2015).

Yang juga tidak kalah menariknya adalah hasil sebuah studi yang dilakukan oleh University of Edinburgh dan diterbitkan oleh The American Heart Association Journal Stroke yang mengungkapkan bahwa pasien stroke yang memiliki kemampuan berbicara lebih dari satu bahasa, memiliki kemungkinan dua kali lebih tinggi untuk mendapatkan kembali fungsi kognitifnya secara utuh pasca stroke dibanding pasien stroke yang mampu berbicara hanya dalam satu bahasa (Thompson, 2015) .

Coba sekarang mau pilih yang mana, mencari obat atau suplemen untuk mempertahankan kesehatan otakmu, atau segera belajar bahasa asing? 

Jika kamu masih belum tahu mau belajar Bahasa Inggris atau Bahasa Korea di mana, kamu bisa kunjungi www.lblia.com.

Salam Resolusi 2021!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Send this to a friend