FAKTA-FAKTA ILMIAH SEPUTAR PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SEJAK USIA DINI

 

Opini seputar pembelajaran bahasa asing sejak usia dini telah berkembang sejak pertengahan abad ke-20 dan banyak pendapat meyakini bahwa semakin dini usia anak saat mulai belajar bahasa asing, semakin baik keterampilan berbahasa asing yang akan dimiliki oleh anak tersebut.

Namun demikian, tidak sedikit pula yang memandang pembelajaran bahasa asing sejak usia dini ini sebagai sesuatu yang memiliki dampak negatif. Dari mulai kekhawatiran akan terganggunya pembelajaran bahasa pertama, hingga berkurangnya motivasi belajar bahasa pada anak yang dikondisikan untuk mempelajari bahasa asing sejak dini.

Lalu, bagaimanakah orangtua di Indonesia menyikapi hal ini? Sebuah penelitian di TK ABA Karangmalang Yogyakarta mengenai persepsi orangtua tentang pentingnya Bahasa Inggris untuk anak usia dini menyebutkan bahwa para orangtua yang diwawancara dalam penelitian tersebut mengatakan pentingnya pembelajaran Bahasa Inggris di usia dini. Mereka berpendapat demikian karena merasa bahwa Bahasa Inggris adalah bahasa komunikasi global yang wajib untuk dikuasai oleh anak-anak mereka bila ingin memiliki daya saing di dunia kerja di masa depan.

Penelitian yang dilakukan oleh Prodi PAUD Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun 2017 ini juga menyebutkan bahwa para orangtua tersebut merasa sudah terlambat untuk mempelajari Bahasa Inggris dan tidak ingin anaknya mengalami hal yang sama. Mereka meyakini bahwa apabila anak-anak mereka belajar Bahasa Inggris sejak dini, hasilnya akan jauh lebih baik karena anak-anak tersebut masih berada pada rentang usia yang mudah menerima pengajaran.

Lalu seperti apakah fakta-fakta ilmiah yang ada saat ini? Apakah mendukung pendapat dan keyakinan para orangtua tersebut di atas, atau sebaliknya? Yuk, simak bersama!

1. Usia terbaik untuk memulai belajar Bahasa Inggris adalah sebelum 10 tahun

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa saat terbaik untuk memperkenalkan bahasa asing pada anak adalah sebelum mereka berusia 10 tahun. Babak Ghasemi dan Masoud Hashemi dalam penelitiannya mengenai pembelajaran bahasa asing di masa kanak-kanak menyebutkan bahwa semakin dini seorang anak diperkenalkan dengan bahasa baru, akan semakin baik hasilnya. Para peneliti asal Iran ini menyebutkan bahwa anak-anak yang belajar Bahasa Inggris sejak dini dapat menangkap dengan lebih cepat dan menyimpan dengan lebih baik apa yang mereka pelajari. Tidak hanya itu, mereka juga berbicara dengan lebih fluent, dengan pelafalan layaknya seorang native.

Penelitian di atas berkaitan juga dengan Critical Period Hypothesis, sebuah teori yang dipopulerkan oleh Eric Lenneberg (seorang neurolog dan ahli bahasa dari Jerman) pada tahun 1967, yang menyatakan bahwa tahun-tahun pertama kehidupan seseorang adalah masa “kritis” dalam penguasaan bahasa. Teori ini menekankan pentingnya pembelajaran bahasa asing sebelum masa pubertas bila ingin mencapai tingkat keterampilan yang mendekati penutur asli.

Penelitian yang dilakukan oleh Birdsong (1992), McDonald (2006), DeKeyser dan Larson-Hall (2005) menyatakan bahwa mereka yang belajar bahasa asing di usia lebih muda menunjukkan hasil pembelajaran yang lebih baik dari segi kelancaran berbicara, tata bahasa, pelafalan, serta keterampilan menyimak.

Dalam hal pembelajaran Bahasa Inggris, banyak ahli yang meyakini bahwa penguasaan Bahasa Inggris pada anak lebih cepat terjadi dibandingkan pada remaja dan orang dewasa karena anak belajar secara intuitif. Mereka mempelajari Bahasa Inggris tanpa awareness akan adanya rumus-rumus tata bahasa, sama seperti ketika mereka belajar bahasa pertama. Mereka menyerap kata-kata, pola kalimat, dan bunyi serta intonasi dengan natural, tidak seperti yang dialami para remaja dan orang dewasa yang sudah memiliki awareness akan adanya perbedaan sistem bahasa sehingga memerlukan waktu lebih lama untuk mempelajari hal-hal tersebut.

2. Belajar Bahasa Inggris Sejak Usia Dini Dapat Meningkatkan Kreativitas  dan Kemampuan Memecahkan Masalah

Mempunyai anak yang kreatif dan mampu berpikir kritis tentu merupakan hal yang membanggakan bagi para orangtua. Siapa sangka hal ini bisa diraih dengan belajar Bahasa Inggris?

Sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Harvard membuktikan bahwa anak-anak dapat memperoleh banyak manfaat dari belajar bahasa asing. Hebatnya, manfaat ini tidak selalu hanya berkaitan dengan kemampuan berbahasa saja. Salah satu contohnya adalah manfaat belajar bahasa asing dalam meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis pada anak.

Anak-anak yang mempelajari bahasa asing akan cenderung berkembang menjadi lebih kreatif serta berpikiran kritis dibandingkan mereka yang tidak. Beberapa penelitian yang menggunakan tes kreativitas Torrance telah membuktikan hal ini.

Lalu, bagaimanakah hal tersebut dimungkinkan? Seorang anak yang belajar bahasa kedua (atau ketiga, keempat, dan seterusnya) akan terlatih untuk berpikir kritis dalam mencari solusi saat menemukan hambatan dalam berkomunikasi. Saat mereka secara kognitif berlatih mencari padanan dan kombinasi kata yang tepat untuk menyampaikan apa yang mereka maksud dalam bahasa kedua, benak mereka akan membiasakan diri untuk berpikir outside the box (terbuka). Hal inilah yang pada akhirnya akan mengembangkan kreativitas mereka.

Tidak berhenti sampai di situ, anak-anak dengan kreativitas yang tinggi ini biasanya akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, karena mereka telah terbiasa menghadapi masalah dan menggunakan berbagai strategi untuk memecahkannya. Luar biasa bukan? 

3. Belajar Bahasa Inggris Sejak Usia Dini Membantu Meningkatkan Pencapaian Akademis Anak di Sekolah

Anak-anak yang diperkenalkan dengan Bahasa Inggris sejak usia dini tentunya akan lebih mudah menerima pelajaran Bahasa Inggris di sekolah karena sudah lebih familiar dengan kosa kata, tata bahasa, serta pelafalan Bahasa Inggris. Hal ini tentu saja akan meningkatkan pencapaian akademis mereka di mata pelajaran tersebut.

Beberapa studi bahkan menunjukkan bahwa anak-anak bilingual memiliki daya ingat dan konsentrasi yang lebih baik dibandingkan anak-anak monolingual. Mereka juga secara umum memiliki keterampilan membaca, menulis, dan berbicara yang lebih baik dibandingkan anak-anak yang tidak mempelajari bahasa lain. Hal ini tentu saja akan menjadikan mereka lebih unggul di berbagai bidang studi.

4.Belajar Bahasa Inggris Sejak Usia Dini Membantu Mengembangkan Keterampilan Sosial Anak

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, anak-anak yang belajar bahasa asing sejak usia dini – terutama dalam pembelajaran yang menggunakan metode komunikatif – pada umumnya memiliki keterampilan berbicara yang lebih baik. Tidak hanya itu, studi juga membuktikan bahwa mereka rata-rata lebih terampil dalam mendengarkan dan menangkap maksud lawan bicaranya. Kedua hal ini merupakan faktor utama yang dibutuhkan dalam membangun komunikasi yang baik, dan itulah yang menyebabkan anak-anak ini lebih terampil dalam bersosialisasi.

Saat mereka mulai belajar aspek budaya dari bahasa asing yang mereka pelajari, pikiran mereka akan terbuka terhadap adanya ragam budaya di antara bangsa dan secara tidak langsung merekapun belajar untuk mengembangkan empati dan toleransi dari pengetahuan tersebut. Empati dan toleransi ini akan semakin mempertajam keterampilan sosial mereka.

5. Belajar Bahasa Inggris Sejak Usia Dini Tidak Menyebabkan Gangguan pada Pembelajaran Bahasa Pertama dan Tidak Mengurangi Motivasi Belajar Bahasa di Kemudian Hari

Mungkin tidak sedikit orangtua yang mengkhawatirkan apakah pembelajaran Bahasa Inggris di usia dini akan menghambat pemahaman anak akan bahasa aslinya atau tidak. Banyak juga yang mungkin bertanya apakah pembelajaran bahasa yang “terlalu” dini akan menyebabkan demotivasi di kemudian hari atau tidak.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Cina pada tahun 2019 membuktikan bahwa anak-anak yang menerima pendidikan Bahasa Inggris di usia dini memiliki nilai-nilai ujian yang lebih tinggi (dibandingkan mereka yang tidak), baik di mata pelajaran Bahasa Inggris maupun Bahasa Mandarin itu sendiri.

Penelitian yang sama juga membuktikan bahwa anak-anak yang memiliki pengalaman belajar Bahasa Inggris sebelum memasuki Sekolah Dasar tidak mengalami penurunan motivasi saat belajar Bahasa Inggris di Sekolah Dasar. Sebagian hasil penelitian justru menunjukkan  sebaliknya, yakni adanya peningkatan motivasi pada anak-anak tersebut.

Yang mungkin penting untuk diingat dalam hal motivasi adalah metode pembelajaran yang digunakan dan dukungan orangtua dalam proses pembelajaran. Metode belajar yang tidak tepat (yang tidak melibatkan permainan atau berbagai alat bantu belajar) tentu saja akan menyebabkan berkurangnya motivasi pada anak. Oleh sebab itu sangat disarankan agar para orangtua berkonsultasi dengan lembaga pendidikan yang profesional agar proses pembelajaran Bahasa Inggris untuk anak dapat dilakukan dengan metode yang tepat.

6. Belajar Bahasa Inggris Sejak Usia Dini Memberikan Peluang Masa Depan yang Lebih Baik bagi Anak

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa di era globalisasi seperti saat ini keterampilan berbahasa Inggris merupakan kunci sukses untuk bersaing di dunia kerja. Saat ini berbagai perusahaan, baik di dalam maupun luar negeri, mencari karyawan yang dapat berkomunikasi dalam bahasa internasional.

Bahasa Inggris ada di urutan pertama dalam daftar bahasa yang paling banyak digunakan di dunia. Seorang anak dengan keterampilan Bahasa Inggris yang baik akan memiliki daya saing ketika dia dewasa.

Dino Martin, Direktur BRecruit Indonesia – salah satu konsultan Sumber Daya Manusia terbaik di Indonesia – mengungkapkan bahwa kemampuan Bahasa Inggris sudah menjadi kriteria mutlak yang diinginkan perusahaan dari seorang calon pegawainya, bukan hanya di perusahaan multinasional, tetapi juga lokal. “Saya rasa kemampuan berbahasa Inggris adalah hal mutlak bagi mereka yang ingin berkarir di perusahaan multinasional. Bahkan yang mengejutkan adalah di perusahaan lokal pun sudah menempatkan kemampuan berbahasa Inggris sebagai salah satu kriteria dasar dalam mencari pegawai.” (dikutip dari Kompas.com).

Tidak hanya dalam hal pekerjaan, saat anak-anak bilingual ini beranjak dewasa dan memiliki dukungan finansial yang cukup untuk bepergian ke luar negeri, kecil kemungkinan mereka akan mengalami hambatan komunikasi dengan keterampilan Bahasa Inggris yang mereka miliki. Kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan orang asing saat travelling ini juga bermanfaat untuk memperkaya pengalaman hidup dan wawasan mereka.

7. Belajar Bahasa Inggris Sejak Usia Dini Dapat Meningkatkan Kesehatan Mental

Bagi anak-anak bilingual yang memiliki banyak kesempatan untuk travelling, ada manfaat psikologis yang dapat mereka peroleh selain berkembangnya wawasan. Banyak penelitian menemukan bahwa orang yang sering travelling memiliki tingkat kesehatan yang jauh lebih baik dibandingkan mereka yang tidak. Bahkan dalam sebuah artikel di Tempo.co, travelling disebut sebagai sebuah kegiatan yang memiliki efek positif psikologis yang lebih besar dibandingkan kegiatan membeli barang kesukaan.

Manfaat bagi kesehatan mental yang tak kalah pentingnya dari pembelajaran Bahasa Inggris sejak usia dini adalah lebih kecilnya kemungkinan untuk mengalami penyakit Alzheimer di usia lanjut. Ketika anak-anak bilingual ini beranjak tua, kedwibahasaannya akan membantu mencegah datangnya penyakit Alzheimer sampai sekitar 4-5 tahun. Studi yang dilakukan oleh ADCS (Alzheimer’s Disease Cooperative Study) dari tahun 1991 sampai 2012 di Amerika Serikat, Kanada, India, dan Swedia membuktikan secara ilmiah bahwa ada hubungan yang sangat signifikan antara bilingualism dengan penundaan munculnya Alzheimer.

Berbagai fakta ilmiah di atas membuktikan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris sejak usia dini merupakan sesuatu yang penting. Berbagai studi dan penelitian baik di dalam maupun luar negeri telah membuktikan banyaknya manfaat yang dapat diperoleh dari pembelajaran Bahasa Inggris di usia dini. Anda dapat mulai memperkenalkan sendiri Bahasa Inggris kepada anak dengan berbagai cara sederhana seperti membacakan cerita atau menyanyikan lagu, atau Anda dapat pula mengikutsertakan mereka di tempat kursus Bahasa Inggris yang berkualitas, yang sudah memiliki kurikulum khusus untuk anak serta guru-guru yang profesional.

Selamat mencoba!   

Referensi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to a friend