lblia.com

Di era globalisasi saat ini, kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu syarat penting dalam dunia akademik dan profesional. Salah satu bukti penguasaan bahasa Inggris yang diakui secara internasional adalah skor TOEFL (Test of English as a Foreign Language). Banyak institusi pendidikan dan perusahaan, termasuk instansi pemerintahan seperti BUMN dan CPNS, mensyaratkan hasil TOEFL sebagai bagian dari proses seleksi.

Dengan perkembangan teknologi, kini tersedia dua pilihan utama untuk mengikuti tes TOEFL: secara online dan offline. Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan peserta.

Artikel ini akan membahas perbandingan antara tes TOEFL online dan offline agar Anda dapat menentukan mana yang lebih sesuai untuk Anda.

Apa Itu Tes TOEFL?

TOEFL adalah tes standar internasional yang dirancang untuk mengukur kemampuan seseorang dalam memahami dan menggunakan bahasa Inggris dalam konteks akademik. Tes ini biasanya digunakan sebagai syarat masuk ke universitas luar negeri, pengajuan beasiswa, dan kebutuhan profesional lainnya, termasuk seleksi BUMN dan CPNS di Indonesia.

Banyak calon peserta juga mempersiapkan diri melalui kursus bahasa Inggris agar lebih siap menghadapi berbagai jenis soal yang diujikan dalam TOEFL.

Secara umum, format TOEFL yang umum digunakan di Indonesia adalah TOEFL ITP yang terdiri dari tiga bagian utama:

Terdapat beberapa jenis TOEFL, antara lain:

Skor TOEFL ITP berkisar antara 310 hingga 677, dan umumnya institusi di Indonesia mensyaratkan skor minimal 450 hingga 550 untuk berbagai keperluan seleksi.

Tes TOEFL Online vs Offline: Mana yang Lebih Baik untuk Anda?

Tes TOEFL Offline (Paper-Based / ITP TOEFL)

Penjelasan Singkat

Tes TOEFL offline merujuk pada metode pelaksanaan tes secara tatap muka di pusat tes resmi. Salah satu bentuk yang masih umum digunakan di Indonesia adalah TOEFL ITP, yang dilaksanakan secara tertulis di lembaga pendidikan atau institusi bahasa terpercaya seperti Lembaga Bahasa LIA.

Proses Pendaftaran dan Pelaksanaan

Untuk mengikuti TOEFL ITP offline, peserta harus mendaftar terlebih dahulu di lembaga penyelenggara resmi yang juga merupakan lembaga tes TOEFL terpercaya, seperti LIA. Setelah pendaftaran, peserta akan mendapat jadwal dan lokasi ujian. Pada hari pelaksanaan, peserta hadir langsung ke tempat tes dengan membawa dokumen yang dibutuhkan. Seluruh sesi dilakukan secara tertulis menggunakan lembar jawaban komputer (answer sheet) dengan durasi total sekitar 2 jam.

Keunggulan Tes TOEFL Offline

  1. Lingkungan yang Terkontrol
    Tes dilakukan di ruang ujian yang tenang dan diawasi secara langsung, sehingga mengurangi risiko gangguan teknis dan menjaga fokus peserta.
  2. Dukungan Teknis Langsung
    Jika terjadi kendala selama tes, seperti masalah teknis atau administrasi, peserta bisa langsung mendapatkan bantuan dari panitia di tempat.
  3. Lebih Familiar bagi Sebagian Peserta
    Beberapa orang merasa lebih nyaman mengerjakan tes di tempat formal dengan suasana yang kondusif, terutama jika belum terbiasa menggunakan komputer dalam waktu lama.
  4. Diakui Secara Luas di Lingkup Lokal
    Skor TOEFL ITP biasanya digunakan untuk keperluan seleksi dalam negeri, seperti seleksi beasiswa lokal, program pascasarjana, atau CPNS.

Kekurangan Tes TOEFL Offline

  1. Waktu dan Lokasi Terbatas
    Tes offline mengharuskan peserta menyesuaikan dengan jadwal dan lokasi yang telah ditentukan, yang mungkin tidak fleksibel.
  2. Biaya Tambahan Transportasi dan Akomodasi
    Peserta yang tinggal jauh dari pusat tes perlu mengeluarkan biaya lebih untuk transportasi atau menginap.
  3. Keterbatasan Pilihan Jadwal
    Tidak semua lembaga menyelenggarakan tes setiap minggu, sehingga peserta harus merencanakan jauh-jauh hari.

Meskipun demikian, bagi peserta yang membutuhkan hasil tes resmi untuk keperluan domestik dan lebih nyaman mengikuti ujian secara langsung, TOEFL ITP offline tetap menjadi pilihan yang sangat relevan.

Tes TOEFL Online (Format ITP Online)

Penjelasan Singkat

Seiring dengan perkembangan teknologi digital dan kebutuhan akan fleksibilitas, kini tersedia format TOEFL online yang serupa dengan TOEFL ITP. Format ini memungkinkan peserta mengikuti tes dari rumah atau lokasi pribadi, dengan struktur tes yang sama: Listening Comprehension, Structure and Written Expression, dan Reading Comprehension.

Bagi yang ingin meningkatkan keterampilan sebelum ujian, mengikuti les bahasa Inggris dapat menjadi langkah efektif untuk memperkuat pemahaman dan strategi dalam mengerjakan soal.

Untuk keperluan internasional, memang tersedia TOEFL iBT Home Edition dari ETS, namun yang lebih umum digunakan di Indonesia untuk keperluan domestik adalah format ITP online yang lebih praktis dan terjangkau.

Syarat dan Persiapan Teknis

Untuk mengikuti TOEFL online, peserta harus:

Sebelum tes dimulai, akan ada pemeriksaan identitas dan pengecekan ruangan oleh pengawas (proctor) secara daring melalui sistem remote proctoring.

Keunggulan Tes TOEFL Online

  1. Fleksibilitas Lokasi dan Waktu
    Anda bisa mengikuti tes dari rumah tanpa perlu bepergian ke pusat tes. Waktu pelaksanaan juga dapat dipilih sesuai ketersediaan.
  2. Hemat Biaya Tambahan
    Karena dilakukan dari rumah, peserta tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi atau akomodasi.
  3. Ketersediaan Jadwal Lebih Luas
    Tes bisa dijadwalkan hampir setiap hari, termasuk akhir pekan, sehingga lebih mudah menyesuaikan dengan rutinitas.
  4. Cocok untuk Keperluan Domestik

TOEFL ITP online tetap diakui oleh institusi dan instansi di Indonesia untuk berbagai keperluan seleksi domestik.

Kekurangan Tes TOEFL Online

  1. Ketergantungan pada Teknologi
    Jika terjadi masalah teknis seperti koneksi internet yang terputus atau gangguan perangkat, ini bisa mengganggu jalannya tes.
  2. Pengawasan Ketat Secara Virtual
    Proses monitoring menggunakan kamera bisa membuat sebagian peserta merasa tidak nyaman atau tertekan.
  3. Ruang Pribadi Harus Ideal
    Tidak semua orang memiliki ruang yang tenang dan layak untuk mengikuti tes berdurasi 3 jam lebih tanpa gangguan.
  4. Belum Diterima di Semua Institusi Lokal
    Meskipun banyak institusi internasional menerima TOEFL online, beberapa lembaga lokal mungkin masih mensyaratkan TOEFL ITP atau tes tatap muka.

Perbandingan TOEFL Online vs Offline

Untuk menentukan pilihan yang tepat, penting bagi Anda untuk memahami perbedaan utama antara TOEFL online dan offline berdasarkan beberapa aspek penting:

Lokasi Pelaksanaan
TOEFL offline dilakukan di pusat tes resmi yang telah ditentukan. Peserta harus hadir langsung ke lokasi. Sementara TOEFL online bisa diikuti dari rumah atau tempat pribadi, selama memenuhi persyaratan teknis.

Fleksibilitas Jadwal
Tes offline memiliki jadwal tetap yang ditentukan oleh penyelenggara, sedangkan tes online menawarkan lebih banyak pilihan waktu dan hari, termasuk akhir pekan.

Kenyamanan Ujian
TOEFL offline memberikan lingkungan formal yang minim gangguan, cocok bagi mereka yang lebih fokus dalam suasana ujian terstruktur. TOEFL online memberikan kenyamanan karena bisa dilakukan dari rumah, namun risiko gangguan eksternal atau teknis lebih tinggi.

Aspek Teknis
Tes offline minim masalah teknis karena fasilitas disiapkan oleh penyelenggara. Sementara itu, TOEFL online sangat bergantung pada kualitas perangkat, koneksi internet, dan kesiapan peserta.

Pengawasan Tes
Dalam tes offline, pengawasan dilakukan langsung oleh petugas di lokasi. Sedangkan pada tes online, pengawasan dilakukan secara virtual menggunakan kamera dan sistem remote proctoring.

Biaya Tambahan
Tes offline mungkin memerlukan tambahan biaya transportasi atau akomodasi jika lokasi jauh. Sebaliknya, TOEFL online lebih hemat dari segi biaya perjalanan.

Penerimaan Skor
TOEFL offline (terutama ITP) banyak digunakan untuk keperluan lokal seperti CPNS atau seleksi kampus dalam negeri. TOEFL online lebih umum dipakai untuk pendaftaran ke universitas luar negeri.

Karakter Peserta
Jika Anda terbiasa dengan ujian tatap muka dan lebih fokus dalam ruangan formal, tes offline bisa jadi pilihan. Jika Anda nyaman dengan teknologi dan ingin fleksibilitas, tes online lebih cocok.

Tes TOEFL Online vs Offline: Mana yang Lebih Baik untuk Anda?

Tips Memilih Jenis Tes yang Tepat untuk Anda

Menentukan jenis tes TOEFL yang paling cocok memerlukan pemahaman terhadap kebutuhan pribadi dan kemampuan teknis. Berikut beberapa tips yang bisa membantu Anda:

1. Pertimbangkan Tujuan Anda

Jika Anda membutuhkan skor TOEFL untuk keperluan domestik seperti seleksi BUMN, CPNS, beasiswa lokal, atau program dalam negeri, baik TOEFL ITP offline maupun online keduanya sesuai untuk kebutuhan Anda, terutama jika sebelumnya sudah ditempa melalui kursus percakapan bahasa Inggris.

2. Evaluasi Kesiapan Teknologi

Tes TOEFL online memerlukan komputer, koneksi internet, dan ruangan pribadi yang memadai. Jika Anda tidak yakin dengan kestabilan jaringan atau perangkat yang Anda miliki, tes offline akan lebih aman.

3. Kenali Gaya Belajar dan Ujian Anda

Apakah Anda merasa lebih fokus di ruang ujian formal atau lebih nyaman di rumah? Apakah Anda cenderung panik jika terjadi gangguan teknis? Jawaban dari pertanyaan ini bisa membantu menentukan format tes yang tepat.

4. Periksa Kebutuhan Institusi Tujuan

Selalu pastikan format tes yang Anda pilih diterima oleh institusi yang Anda tuju. Cek website resmi mereka atau hubungi bagian penerimaan untuk memastikan jenis TOEFL yang disyaratkan.

5. Rencanakan Waktu Ujian dengan Baik

Jika Anda memiliki waktu yang terbatas atau perlu hasil cepat, TOEFL online bisa menjadi pilihan karena lebih fleksibel dari segi jadwal.

6. Gunakan Layanan Resmi dan Terpercaya

Baik online maupun offline, pastikan Anda mendaftar melalui lembaga resmi dan terpercaya seperti Lembaga Bahasa LIA yang sudah berpengalaman dalam menyelenggarakan tes bahasa Inggris.

Setiap peserta memiliki kondisi dan preferensi yang berbeda. Yang paling penting adalah memilih metode yang memungkinkan Anda tampil optimal dan meraih skor terbaik demi masa depan akademik dan profesional Anda.

Kesimpulan

Menghadapi tes TOEFL khususnya format ITP yang umum digunakan di Indonesia. merupakan langkah penting dalam meraih cita-cita pendidikan dan karier, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional. Dengan adanya dua pilihan format tes, Anda memiliki fleksibilitas untuk memilih metode yang paling sesuai dengan kebutuhan, kenyamanan, dan kesiapan teknis.

Tes TOEFL offline cocok bagi mereka yang lebih nyaman dengan lingkungan ujian formal, membutuhkan hasil untuk keperluan domestik seperti CPNS, BUMN, atau beasiswa dalam negeri, serta tidak memiliki akses teknologi yang memadai. Sementara itu, TOEFL online menjadi solusi ideal untuk peserta yang terbiasa dengan dunia digital, membutuhkan fleksibilitas waktu, dan tetap membutuhkan skor untuk keperluan domestik.

Namun, apapun jenis tes yang Anda pilih, persiapan tetap menjadi kunci utama. Oleh karena itu, memilih lembaga yang tepat untuk mendampingi proses belajar Anda sangatlah penting. Lembaga Bahasa LIA hadir sebagai solusi lengkap, mulai dari kursus bahasa Inggris umum hingga program persiapan tes bahasa Inggris yang komprehensif.

Dengan dukungan instruktur ahli, fasilitas modern, dan pengalaman panjang dalam dunia pendidikan bahasa, LIA siap membantu Anda meraih skor TOEFL terbaik sesuai kebutuhan domestik Anda dan membuka pintu menuju masa depan yang lebih cerah.

Jadi, apakah Anda siap menghadapi tes TOEFL dan mewujudkan impian studi atau karier Anda? Temukan program terbaik Anda di LIA dan mulai langkah sukses Anda hari ini.

Lembaga Bahasa LIA

Alamat : Jl. Pengadegan Timur Raya No.3, RT.3/RW.2, Pengadegan, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12770

Telephone : 0813-7330-8484

Email : marketing.lbpplia@gmail.com 

Website : https://lblia.com/ 

FAQ

Tes TOEFL Online vs Offline: Mana yang Lebih Baik untuk Anda?

Pilihan terbaik tergantung pada kebutuhan dan preferensi Anda:
TOEFL Online (format ITP) lebih baik jika Anda membutuhkan fleksibilitas waktu dan lokasi, memiliki teknologi yang memadai, nyaman dengan ujian digital, dan membutuhkan skor untuk keperluan domestik.
TOEFL Offline (ITP) lebih baik jika Anda lebih fokus di lingkungan formal, tidak memiliki akses teknologi memadai, lebih nyaman dengan ujian tatap muka, atau membutuhkan hasil untuk keperluan domestik seperti BUMN dan CPNS.

Apa perbedaan utama antara TOEFL online dan offline?

Perbedaan utama meliputi:
Lokasi: Online dari rumah, offline di pusat tes resmi
Jadwal: Online lebih fleksibel (hampir setiap hari), offline jadwal terbatas
Pengawasan: Online menggunakan remote proctoring, offline pengawasan langsung
Ketergantungan teknologi: Online sangat bergantung perangkat dan internet, offline minim masalah teknis
Penerimaan: Online untuk institusi internasional, offline lebih umum untuk keperluan lokal
Biaya tambahan: Online hemat transportasi, offline butuh biaya perjalanan

Apa saja syarat teknis untuk mengikuti TOEFL online?

Syarat teknis TOEFL online meliputi:
Komputer dengan sistem operasi Windows atau Mac yang kompatibel
Browser khusus ETS Test Browser
Koneksi internet yang stabil
Ruang pribadi yang tenang dan terang
Perangkat lengkap: kamera, mikrofon, dan speaker yang berfungsi baik
Kartu identitas yang masih berlaku
Pemeriksaan teknis sebelum tes dimulai oleh pengawas virtual

Kapan sebaiknya memilih TOEFL offline?

Pilih TOEFL offline jika:
Tujuan Anda untuk keperluan lokal seperti CPNS, beasiswa dalam negeri, atau seleksi kampus lokal
Lebih nyaman dengan ujian tatap muka dan lingkungan formal
Tidak memiliki teknologi memadai atau koneksi internet tidak stabil
Khawatir dengan gangguan teknis selama ujian online
Membutuhkan dukungan teknis langsung saat ujian
Lebih fokus dalam ruang ujian terstruktur

Apa keunggulan dan kekurangan TOEFL online?

Keunggulan:
Fleksibilitas lokasi dan waktu (bisa dari rumah, jadwal lebih luas)
Hemat biaya transportasi dan akomodasi
Diterima secara internasional oleh banyak universitas
Bisa dijadwalkan hampir setiap hari termasuk weekend
Kekurangan:
Sangat bergantung pada teknologi dan koneksi internet
Pengawasan virtual bisa membuat tidak nyaman
Membutuhkan ruang pribadi yang ideal
Belum diterima di semua institusi lokal
Risiko gangguan teknis lebih tinggi

Views: 84