Setiap Pemimpin Harus Tahu 5 Keterampilan Berkomunikasi Global Ini

Di dunia yang saat ini semakin terasa tanpa batas, komunikasi adalah hal yang sangat penting, baik di dunia bisnis maupun di kehidupan pribadi. Walaupun terdengar mudah, seringkali ketika kita mencoba membangun komunikasi dengan pihak lain, selalu ada celah untuk terjadinya kesalahpahaman yang bisa menyebabkan konflik dan rasa frustasi, dan hal ini bisa terjadi baik di kehidupan profesional maupun personal.

Komunikasi yang berjalan baik akan membantu kita dalam memahami orang lain dan berbagai situasi dengan baik pula. Hal ini akan membantu kita untuk mengatasi perbedaan, membangun kepercayaan dan rasa saling menghormati, serta menciptakan situasi yang kondusif untuk berbagi ide-ide kreatif dalam menyelesaikan masalah.

Untuk menjadi pebisnis global di dunia yang serba terkoneksi ini, kita tidak selalu harus memiliki passport. Terkadang tawaran kerja sama bisnis dari luar negeri dapat datang dari mana saja dan kapan saja. Sebagai seorang pemimpin perusahaan, sekalipun itu perusahaan skala mikro; atau bahkan ketika Anda masih harus mengerjakan semuanya sendiri karena belum memiliki anak buah dan harus menjadi pemimpin bagi diri sendiri, Anda perlu memiliki “international awareness” dan menerapkan kesadaran itu dalam komunikasi Anda.

Berikut adalah 5 keterampilan berkomunikasi yang paling penting untuk dikembangkan bila Anda ingin menjadi pemimpin yang efektif di era global ini:

  1.    Menganut Global English

Bahasa Inggris yang Anda pelajari di sekolah bukanlah Bahasa Inggris yang digunakan di dunia bisnis global. Penutur asli Bahasa Inggris hanya seperlima dari penutur yang berbicara dalam Bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Apa yang terlihat “error” menurut hasil belajar Bahasa Inggris Anda di sekolah, belum tentu error juga di belahan dunia lain yang berbahasa Inggris. Membandingkan American English dan British English pun sudah dianggap tidak relevan lagi di jaman sekarang ini.

Keragaman dalam penggunaan Bahasa Inggris yang terjadi di berbagai negara seperti India, Singapura, Hong Kong, dan Filipina misalnya, memiliki aturan dan norma sendiri yang diterima oleh para penuturnya. Hal ini seharusnya tidak menjadi penghalang komunikasi dan seorang pemimpin global yang baik akan menerima perbedaan-perbedaan tersebut. Tidak hanya itu, mereka juga akan berupaya untuk mempelajari berbagai aturan dan norma yang ada sehingga komunikasi akan terjalin dengan baik.  

  1. Bersabar

Komunikasi yang baik tidak bisa diburu-buru. Kesalahpahaman bisa berdampak jauh lebih besar dari yang seharusnya dan hal itu tidak perlu terjadi apabila Anda mau meluangkan sedikit waktu ekstra, baik untuk memahami apa yang disampaikan oleh lawan bicara Anda maupun untuk menjelaskan apa yang sesungguhnya ingin Anda sampaikan.

Ketika Anda berbicara, perhatikan kecepatan bicara Anda. Gunakan kalimat yang tidak terlalu panjang. Berhenti sejenak bila perlu sebelum melanjutkan kalimat-kalimat berikutnya. Anda juga perlu mengecek apakah lawan bicara atau audiens Anda memahami apa yang Anda sampaikan atau tidak. Dengan berbicara tidak terlalu cepat, terutama ketika Anda berbicara dalam Bahasa Inggris, apa yang Anda sampaikan akan menjadi lebih jelas. Hal ini terutama penting saat Anda sedang berbicara dengan mereka yang kemampuan Bahasa Inggrisnya belum terlalu baik. Asal tidak dilakukan dengan berlebihan, percayalah, lawan bicara Anda akan merasa dihargai oleh upaya Anda tersebut.

Sebaliknya, ketika Anda menjadi pendengar, berikan waktu kepada orang yang sedang berbicara. Hindari menarik kesimpulan terlalu dini atau memotong/menyelesaikan kalimat orang lain, meskipun Anda merasa tahu apa yang akan menjadi akhir dari kalimat mereka. Berilah ruang pada orang lain untuk mengekspresikan diri mereka sebaik yang mereka bisa. Jangan pula menilai mereka dari kosakata atau logatnya. Semakin mereka merasa nyaman ketika berkomunikasi dengan Anda, semakin mereka akan terbuka dan mau berbagi dengan Anda.

Semakin Anda mengasah cara berbicara dan berkomunikasi Anda, akan semakin baik pula keterampilan interpersonal Anda. Keterampilan interpersonal yang baik akan memperkuat kualitas kepemimpinan Anda serta mempertajam kemampuan Anda dalam berempati.

  1. Menggunakan bahasa yang sederhana

Pastinya kita akan menaruh respek pada pembicara atau lawan bicara yang well read dan yang penuh dengan kosakata “tinggi”. Akan tetapi, di lingkungan internasional, bahasa yang lebih sederhana akan lebih efektif karena jika kita menggunakan istilah-istilah yang terlalu “tinggi” tanpa mengetahui level pemahaman lawan bicara kita (hanya demi terlihat “berpendidikan”), ada kemungkinan lawan bicara kita tidak paham dan akan segan atau malu untuk bertanya. Di sinilah celah untuk terjadinya kesalahpahaman dapat terbuka.  

Bagi pendengar Anda, lebih penting untuk bisa mengerti apa yang Anda sampaikan dibandingkan sekedar terkesan akan kosakata yang Anda gunakan. Dengan menggunakan kata-kata yang umum dan menghindari penggunaan slang, jargon, serta ungkapan yang terlalu spesifik, Anda membuat pendengar Anda merasa lebih nyaman dan pada akhirnya lebih cepat membangun hubungan yang lebih kuat.

  1. Berbicara dengan jelas

Ketika Anda berusaha berbicara dengan jelas, lawan bicara Anda akan merasa dihargai. Hal-hal kecil seperti pengucapan kata-kata ‘going to’ atau ‘want to’ dengan pelafalan yang seharusnya (tidak menggantinya menjadi ‘gonna’ atau ‘wanna’) di situasi yang formal, atau pengucapan huruf ‘s’ di akhir kata secara jelas, tentunya akan mempermudah lawan bicara kita untuk memahami apa yang kita sampaikan. Usahakan untuk selalu berbicara dengan artikulasi yang jelas. Terutama pada saat Anda berbicara dengan partner dari luar negeri melalui sambungan telepon non video, berbicara dengan jelas merupakan sebuah keharusan karena tidak adanya bantuan visual.

Bila Anda berbicara dalam Bahasa Inggris dan Anda memiliki logat daerah tertentu yang sangat kental, berbicara dengan artikulasi yang jelas menjadi sangat penting. Anda harus betul-betul memperhatikan pelafalan yang benar agar lawan bicara atau audiens Anda tidak kesulitan dalam memahami kata-kata Anda.

  1.  Membangun kemampuan memahami ragam budaya

Ketidakpahaman kita atas budaya lain bisa sangat berdampak pada kesepakatan bisnis yang sedang kita usahakan. Sikap atau pernyataan tertentu yang dalam budaya kita dianggap hal yang biasa, bisa jadi dianggap tidak pantas atau disalahpahami oleh orang yang berasal dari negara lain dengan budayanya yang berbeda tentu saja.  

Perbedaan budaya bisa sangat berdampak pada komunikasi. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum berinteraksi dengan orang-orang dengan latar budaya yang berbeda dari kita:

  • Bagaimana cara menyebut atau membahasakan satu sama lain? Adakah norma-norma yang harus diikuti untuk menunjukkan hormat berdasarkan jabatan di kantor, usia, jenis kelamin, atau kriteria lainnya?
  • Seberapa resmikah bahasa yang digunakan untuk komunikasi tertulis? Lalu, adakah perbedaan penggunaan bahasa resmi tersebut untuk komunikasi yang sifatnya lisan?
  • Apakah norma-norma yang berlaku saat terjadi interaksi dalam kelompok? Apakah kita bisa mengharapkan orang-orang akan mau berbicara dalam kelompok, atau apakah kita sebaiknya melakukan pendekatan yang lebih individual untuk memancing orang-orang dalam kelompok tersebut bicara?

Pertanyaan selanjutnya yang mungkin muncul dalam benak Anda adalah, apakah di kalangan internasional, komunikasi harus selalu dilakukan dalam Bahasa Inggris?

Sebenarnya, Bahasa Inggris atau bukan, hal yang menjadi isu utama adalah bagaimana Anda dapat survive saat berkomunikasi di dunia global. Mari kita cek fakta-fakta di bawah ini:

  1. Bahasa Inggris adalah bahasa yang paling banyak digunakan di dunia bisnis dan komunikasi di berbagai penjuru dunia

Diperkirakan 1,5 miliar orang berbicara dalam Bahasa Inggris di seluruh dunia, dan dari jumlah itu hanya sekitar 375 juta saja yang merupakan penutur asli. Lebih dari satu miliar orang berbicara dalam Bahasa Inggris sebagai bahasa asing.

Jika anda ingin close sales, melakukan persuasi, atau memimpin sebuah tim yang terdiri dari beberapa orang yang berasal dari negara-negara dengan bahasa nasional yang berbeda-beda, namun mereka berbicara dalam Bahasa Inggris sebagai bahasa asing, kecakapan Anda dalam berbahasa Inggris akan menjadi aset Anda yang terbesar. Bila keterampilan Bahasa Inggris Anda tidak memadai, Anda akan mengalami kesulitan untuk membangun komunikasi yang efektif dengan tim Anda. Memiliki ide-ide yang brilian saja tidak cukup, Anda harus bisa menerjemahkannya ke dalam kalimat-kalimat yang koheren (jelas dan logis) ke hadapan audiens Anda agar mereka dapat memahami dan merespon apa yang Anda sampaikan.   

 Saat ini juga semakin banyak perusahaan multinasional yang beroperasi di berbagai negara atau yang melakukan kerja sama bisnis dalam skala global. Bahkan ketika mereka menjalin kerja sama dengan perusahaan yang berasal dari negara yang tidak berbahasa Inggris sekalipun, mereka akan menggunakan bahasa yang dipahami bersama, yaitu Bahasa Inggris.  

  1. Bahasa Inggris adalah bahasa internet

Lebih dari 50% dari seluruh halaman di internet ditulis dalam Bahasa Inggris, yang artinya tersedia lebih banyak informasi bagi orang-orang yang memahami Bahasa Inggris. Memiliki akses ke lebih banyak informasi bisa membuat perbedaan yang besar dalam kehidupan profesional Anda, sekalipun Anda tidak bekerja dengan tim atau klien yang berbahasa Inggris. 

  1. Bahasa Inggris mendasari keterampilan lain yang dibutuhkan di dunia bisnis

Dalam beberapa studi dan survey yang dilakukan kepada para pemimpin bisnis, ketika ditanyakan keterampilan apa yang saat ini mereka cari dari para calon pegawainya, Bahasa Inggris menjadi dasar dari keterampilan-keterampilan tersebut.

Survey yang dilakukan oleh LinkedIn pada tahun 2018 kepada 2000 pemimpin bisnis, memperlihatkan bahwa Bahasa Inggris adalah fondasi dari tiga keterampilan teratas yang dicari oleh perusahaan: kepemimpinan, komunikasi, dan kolaborasi.  

So, tantangan apa saja yang pernah Anda hadapi ketika berkomunikasi dengan kolega, klien, atau pemangku kepentingan lain yang berasal dari manca negara? Bagaimana Anda mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan tersebut?

LIA Business Conversation Program akan membantu Anda mempersiapkan diri menghadapi tantangan berkomunikasi dalam dunia profesional global. Kunjungi www.lblia.com untuk mengonsultasikan kebutuhan Bahasa Inggris Anda atau perusahaan Anda.      

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Send this to a friend