lblia.com

Jangan Ngaku Keren Kalau Gak Suka Baca!

Reading is for awesome people…

Kapan terakhir kali kamu membaca buku, atau membaca artikel serius di majalah atau koran? Atau apakah gawai telah mengalihkan duniamu? Mungkin sebagian dari kamu ada yang menggunakan gawai untuk membaca e-book atau berita-berita terkini, tapi sebagian besar pasti membuka media sosial atau bermain mobile game kan? Hayo, ngaku aja deh hehehe…

Menurut hasil survei yang dilakukan oleh Central Connecticut State University yang bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked pada tahun 2016, Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara dalam minat baca. Peringkat negara kita tepat di bawah Thailand yang ada di nomor 59 tapi agak jauh di bawah Malaysia yang ada di peringkat 53, apalagi dibanding negara kecil tetangga kita Singapura yang ada di urutan 36.

Rendahnya minat baca ini sangat berkontribusi terhadap maraknya berita bohong atau hoax. Jangankan melakukan riset untuk mengecek kebenaran sebuah informasi atau berita, sekedar melakukan kroscek pun enggan. Yang lebih memprihatinkan lagi, banyak juga kan yang hanya membaca judul saja tanpa mau membaca beritanya sampai habis, padahal tidak jarang judulnya jauh dari menggambarkan isinya. Pastinya kalian tidak termasuk orang-orang yang seperti ini kan…  

Tapi, ada kabar yang membesarkan hati nih, berdasarkan hasil survei The Digital Reader 2020, yaitu suatu portal internasional yang kerap mendokumentasikan revolusi digital dan kebangkitan pembaca di seluruh dunia, diketahui bahwa rata-rata masyarakat Indonesia menghabiskan waktu 6 jam per minggu untuk membaca buku. Hal ini menempatkan Indonesia pada urutan ke 16, di atas negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Jerman yang sama-sama menghabiskan waktu 5 jam 42 menit dalam seminggu untuk membaca.

Rupanya pandemi Covid-19 ini membawa perubahan yang positif terhadap kebiasaan membaca masyarakat Indonesia. Buku menjadi salah satu fasilitas yang paling banyak dimanfaatkan orang, baik untuk mendalami keterampilan baru maupun untuk menghabiskan waktu.     

Jadi, apakah minat baca yang tinggi itu hanya sebatas agar masyarakat tidak mudah mempercayai hoax yang di era media sosial ini begitu mudah dan cepatnya tersebar? Tentu tidak dong ya. Itu hanya salah satu hasil dari kemampuan berpikir kritis dan analitis yang dilatih melalui kebiasaan membaca. Masih banyak lagi alasan mengapa membaca itu sangat penting, mulai dari meningkatkan kesehatan mental dan fisik, menciptakan kebiasaan yang sehat, atau sekedar sebagai hiburan. Mungkin banyak dari kamu yang sudah tahu bahwa membaca adalah bentuk hiburan personal yang banyak dilakukan orang sejak dari dulu dan masih dilakukan sampai sekarang.  

Bagi kamu yang sudah menjadikan membaca buku sebagai bagian dari kegiatan sehari-hari, mungkin saja kamu tidak benar-benar menyadari besarnya manfaat dari membaca. Yuk, kita lihat lebih dekat lagi  beberapa alasan mengapa membaca adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan:  

  1. Membaca dapat mengembangkan pikiran kita dan memberi banyak ide. Brian Tracy, seorang pembicara motivasional berkebangsaan Kanada dan Amerika Serikat yang telah menulis lebih dari 80 buku, mengatakan “Reading is to the mind, as exercise is to the body”. Jadi memang pikiran perlu dilatih, seperti halnya otot tubuh kita. Dan cara melatihnya adalah dengan membaca!

Sudah banyak studi yang membuktikan bahwa membaca mampu menjaga pikiran dan merangsang mental kita agar tetap muda, sehat, dan tajam. Penyakit seperti Alzheimer dan demensia dapat diperlambat perkembangannya dan bahkan kemungkinan dapat dicegah bila otak kita selalu aktif.

  1. Membaca dapat melatih keterampilan berpikir kritis dan analitis menjadi lebih kuat. Tidak perlu membaca buku teks yang berat untuk melatih keterampilan ini, cukup dengan membaca novel misteri yang bagus. Jika kamu mencatat seluruh detil yang disebutkan dalam bacaan lalu memilah-milahnya dan memecahkan misteri sebelum kamu selesai membaca novelnya, berarti kamu sudah menerapkan cara berpikir kritis dan analitis.

Kemampuan untuk menganalisa detil juga bisa diterapkan untuk meninjau alur cerita, apakah karakter dalam cerita tersebut dikembangkan dengan baik, apakah jalan ceritanya berjalan dengan logis, dan sebagainya. Cara berlatih yang menyenangkan bukan?

  1. Membaca dapat memperbaiki daya ingat. Ketika membaca sebuah buku, seperti novel misalnya, banyak hal yang biasanya harus kita ingat: tokoh-tokohnya, latar belakang mereka, dan alur cerita yang menjalin tokoh-tokoh tersebut di sepanjang cerita. Hebatnya, otak kita adalah organ yang sungguh luar biasa dan bisa mengingat semua ini dengan relatif mudah. Setiap ingatan baru yang kita buat, akan membentuk sinapsis baru dan memperkuat yang sudah ada. Sinapsis saraf ini membantu memanggil ingatan jangka pendek, dan juga dapat menyeimbangkan suasana hati. Keren kan?
  1. Membaca dapat melatih pikiran kita untuk fokus dan berkonsentrasi, yang mana sangat diperlukan di hampir setiap kegiatan yang kita lakukan sehari-hari, baik itu kegiatan belajar atau bekerja. Ketika membaca, kita tidak mungkin melakukan apa yang disebut multi-tasking. Membaca membuat kita benar-benar fokus hanya pada satu hal yang sedang kita lakukan, yaitu membaca itu sendiri. Kita tidak akan mengerti apapun dari yang kita baca jika kita melakukannya sambil mengerjakan hal lain. Orang-orang yang mampu memfokuskan pikirannya dalam waktu yang lebih lama akan bisa menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dengan lebih efisien.
  1. Membaca membantu meluaskan kosakata dan memperbaiki tata bahasa. Jangankan ketika sedang belajar bahasa asing, ketika kita membaca buku-buku yang bagus dalam bahasa kita sendiri pun kita seringkali mendapati kosakata baru – atau minimal mendapati bagaimana kosakata yang sama digunakan dalam konteks yang berbeda-beda. Hal ini membuat pemahaman kita atas sebuah kata menjadi lebih baik tentunya. Menurut sebuah makalah dari University of California Berkeley, eksposur terhadap kosakata baru bisa mengarah pada skor yang lebih tinggi dalam tes intelegensi.

Tidak hanya dalam hal kosakata, selama membaca buku kita juga mendapat eksposur terhadap tata bahasa yang baik dan benar. Jika kita sedang belajar bahasa asing (Bahasa Inggris misalnya) dan membaca buku atau teks dalam bahasa yang sedang kita pelajari, kita akan menemui berbagai struktur bahasa dalam berbagai konteks yang berbeda, baik yang sudah kita pahami maupun yang masih baru untuk kita.

Kosakata dan tata bahasa yang terpoles dengan baik ini tentu saja akan membantu meningkatkan kemampuan berkomunikasi seseorang, baik secara lisan maupun tulisan. Fasih dalam mengekspresikan pikiran dan mampu berbicara dengan baik, adalah keterampilan yang sangat bermanfaat dalam pekerjaan apapun dan pastinya dapat mendorong kepercayaan diri seseorang.

  1. Membaca dapat meningkatkan keterampilan menulis. Hal ini sejalan dengan meluasnya kosakata hasil dari kegiatan membaca. Eksposur yang didapat seseorang terhadap karya-karya yang telah diterbitkan dan ditulis dengan baik akan memberi efek kepada tulisannya sendiri. Buat kamu yang suka menulis cerita, saat kamu mengamati naik turunnya cerita, berjalannya alur, dan gaya menulis dari banyak penulis lain, kualitas tulisan kamu pasti akan meningkat dari waktu ke waktu.
  1. Membaca memungkinkan kita untuk melihat banyak hal yang terjadi di dunia dari sudut pandang yang berbeda. Kita bisa saja tidak paham atau tidak sepakat dengan berbagai cara pandang orang-orang dari belahan dunia yang berbeda, tapi paling tidak kita bisa mulai melihat hal-hal dari sudut pandang yang baru. Kita bisa keluar dari gelembung cara pandang sendiri yang mungkin selama ini telah menutup pikiran kita, dan mulai melihat sisi lain dunia di luar dunia kita sendiri.

Ketika kita membaca, kita akan selalu belajar. Dengan cara ini, kita akan dapat melihat dunia dari sudut pandang yang lebih seimbang. It’s a big world out there, and reading is one way to expand your mind to all possibilities…

  1. Membaca memperkuat daya imajinasi dan mengembangkan sisi kreatif seseorang. Dengan membaca, imajinasi kita akan diantar ke tempat-tempat yang belum pernah kita kunjungi (dan bahkan mungkin kita tidak pernah tahu sebelumnya). Dengan membaca, seseorang bisa pergi ke mana saja di dunia ini, dan menjadi apa saja yang ia inginkan: raja, petualang, putri, dan sebagainya, kemungkinannya sungguh tidak terbatas.

Ketika kita mulai membaca sebuah buku, biasanya kita tidak memiliki gambaran apapun di kepala kita. Tapi pada saat kita sudah hampir menyelesaikannya, seluruh dunia dan karakter yang mengisi ceritanya dapat dengan mudah kita bayangkan. Membaca buku menyuntikkan rangsangan ke otak. Pikiran kita membuat rangkaian kata-kata dalam buku menjadi hidup. Sungguh luar biasa bagaimana kegiatan membaca dapat mengembangkan imajinasi dan kreativitas kita.

  1. Believe it or not, membaca sungguh bisa membantu mengurangi stres. Mereka yang gemar membaca akan tahu rasanya tenggelam ke dalam dunia yang ada di buku-buku novel. Sementara mereka yang tidak, tidak akan pernah merasakan kesenangan seperti ini. Membaca untuk kesenangan adalah cara yang ideal untuk merasa rileks dan menenangkan saraf-saraf yang tegang akibat belajar atau bekerja dalam waktu yang terlalu lama. Sebesar apapun stres yang kamu hadapi, kamu akan dapat melupakan stres tersebut ketika kamu tenggelam dalam cerita yang menarik. Sebuah novel dengan cerita yang memikat akan memindahkan dirimu ke alam lain, sementara sebuah artikel yang bagus akan mengalihkan pikiranmu dari ketegangan sekaligus menambah wawasan dan pengetahuanmu.

Sebuah studi menyebutkan bahwa hanya dengan 6 menit membaca sudah bisa mengurangi ketegangan otot dan juga melambatkan detak jantung pembaca. Secara umum, membaca mengurangi tingkat stres sampai dengan 68 persen. Pada akhirnya hal ini akan berdampak pada meningkatnya kualitas tidurmu. Mengesankan bukan?

  1. Membaca adalah bagian penting dari tes Bahasa Inggris. Jika kamu berniat untuk mengambil TOEFL® atau IELTS™, mulailah berlatih membaca teks dalam Bahasa Inggris dan berlatih reading comprehension karena pada kedua jenis tes tersebut terdapat reading section. Bila tidak mudah bagimu untuk berlatih secara mandiri kamu bisa bergabung dengan lembaga bahasa yang terpercaya yang ada di kotamu.

“Reading is the gateway skill that makes all other learning possible” demikian Presiden Amerika Serikat ke-44, Barack Obama pernah mengatakan. Membaca akan membantumu menemukan hal-hal baru dan mengajarkanmu di bidang apapun yang kamu minati.  

Jika kamu belum menjadi seorang pembaca setia, cobalah memulainya. Membaca akan terasa membosankan bagi yang belum pernah membaca sebuah karya yang benar-benar memikat dan menarik hati. Tapi dengan sedikit waktu, kamu juga bisa jatuh cinta pada kegiatan satu ini. Tidak salah untuk mengatakan bahwa membaca akan mengubah hidupmu menjadi lebih baik. Bacaan menawarkanmu kesempatan baru untuk belajar, bertumbuh, dan terinspirasi!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Send this to a friend