lblia.com

Berapa banyak bahasa yang kamu kuasai? Satu? Dua? Atau bahkan lebih? Jika kamu hanya menguasai satu bahasa, hampir dapat dipastikan itu adalah Bahasa Indonesia. Jika kamu menguasai dua bahasa, bisa jadi selain Bahasa Indonesia, kamu juga menguasai satu bahasa asing atau satu bahasa daerah. Dan betapa beruntungnya jika kamu selain mampu menguasai Bahasa Indonesia dengan baik dan benar, bahasa asing dengan fasih, tapi sekaligus juga secara aktif mampu menggunakan bahasa daerah.

Berbicara mengenai bahasa daerah, dengan banyaknya suku di Indonesia coba bayangkan betapa besar aset kebudayaan kita yang satu ini. Berdasarkan catatan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), ada 726 bahasa daerah di negara kita tercinta ini. Tapi sedihnya pada awal tahun 2018, sebelas bahasa daerah di Indonesia dinyatakan punah. Bahasa daerah yang dinyatakan punah itu adalah sembilan bahasa daerah dari Maluku dan dua bahasa daerah dari Papua. Selain yang dinyatakan punah, ada empat bahasa daerah yang masuk kategori kritis dan dua bahasa daerah mengalami kemunduran. Sayang sekali ya…

Apa sebenarnya yang menyebabkan bahasa daerah bisa sampai punah? LIPI mencatat, selain mulai ditinggalkan oleh generasi muda, bahasa-bahasa daerah sulit mengikuti perkembangan zaman. Penyebab-penyebab lainnya adalah pengaruh dari bahasa lain (termasuk Bahasa Indonesia sendiri), serta peran orangtua yang tidak mengajarkan bahasa daerah (bahasa ibu) kepada anak-anaknya sebagai bahasa sehari-hari. Penyebab lain yang juga tercatat adalah perpindahan penduduk, dan tidak adanya lawan bicara. Tidak bisa dipungkiri bagi sebagian dari kita yang tinggal di kota besar dengan lingkup pergaulan yang multietnik, kita akan memilih bahasa yang dipahami oleh semua orang, yaitu bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Dari 726 bahasa daerah di Indonesia, diperkirakan hanya 10 persen yang akan bisa bertahan. Penyebabnya karena sebagian besar bahasa daerah hanya memiliki jumlah penutur 1.000 sampai 5.000 orang, sehingga terancam punah. Padahal, fungsi bahasa daerah itu cukup penting. Selain sebagai alat komunikasi bagi masyarakat penuturnya, fungsi lainnya adalah sebagai sarana pendukung budaya dan sastra daerah. Jadi kepunahan bahasa memiliki dampak yang signifikan terhadap keberlangsungan budaya suatu daerah.

Sementara dalam hubungannya dengan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara, bahasa daerah berfungsi sebagai bahasa pengantar pada tingkat permulaan sekolah dasar di daerah tertentu untuk memperlancar pengajaran Bahasa Indonesia maupun pelajaran lainnya. Selain itu, bahasa daerah juga menjadi sumber kebahasaan untuk memperkaya Bahasa Indonesia.

Pemerintah pastinya tidak tinggal diam untuk mencegah kepunahan bahasa daerah. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan puluhan kamus bahasa daerah. Kita juga tahu ada pelajaran muatan lokal bahasa daerah di sekolah dasar di daerah-daerah tertentu. Contoh lain dari upaya pelestarian bahasa daerah yang dilakukan oleh pemerintah di tingkat daerah atau kota adalah sebagaimana yang terjadi di Ternate, dimana setiap hari Jumat ada keharusan memakai Bahasa Ternate di kantor pemerintah. Demikian juga dengan “Rebo Nyunda” di lingkungan kantor pemerintah kota Bandung yang digagas oleh Ridwan Kamil ketika menjabat sebagai walikota.

Bahasa Daerah, Aset Kebudayaan Indonesia yang Nyaris Terlupakan Lalu, kita sebagai anak bangsa bisa berkontribusi apa agar bahasa daerah terjaga kelestariannya? Untuk kamu yang memang sudah secara aktif menggunakan bahasa daerah dalam keseharian, teruslah menggunakannya, tidak perlu merasa gengsi. Bahasa ibu atau bahasa daerah ini sejatinya merupakan identitas atau ciri khas kita dan sebagai alat komunikasi kita di daerah. Untuk kamu yang belum mahir bercakap-cakap dalam bahasa daerahmu tapi memiliki orangtua atau kakek nenek yang masih fasih menggunakannya, mintalah untuk diajari dan mulailah membiasakan diri berbahasa daerah di rumah.

Jika mau lebih cepat mahir, kamu juga bisa membaca buku cerita dalam bahasa daerah. Hal ini bagus sekali untuk menambah perbendaharaan kata. Menonton acara budaya atau pertunjukan yang menggunakan bahasa daerah juga menjadi cara yang efektif sekaligus bisa menambah wawasan budaya daerah kita. Jangan sampai ketika kita bertemu dengan teman dari negara lain, malah mereka yang lebih tertarik bahkan lebih mengerti tentang budaya daerah kita sendiri. Selain bahasa daerah yang dituturkan, kamu juga bisa belajar menulis aksara bahasa daerah. Seru, kan!

Yuk, kita buktikan kalau kita tidak hanya pandai berbahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai bahasa persatuan, mahir dan lancar berbahasa asing sebagai bahasa pergaulan global, tapi juga cakap berbahasa daerah untuk menjaga agar aset kebudayaan Indonesia tetap lestari.

Dirgahayu Republik Indonesia

Mari kita tetap bersatu dalam keberagaman!

Views: 27

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.