lblia.com

Bagaimana Caranya Belajar Bahasa Asing dengan Bahagia?

Bagaimana caranya belajar bahasa asing dengan bahagia?

Loh, memangnya belajar bahasa asing bisa membuat tidak bahagia? Well, sebelum kita berasumsi ke sana ke mari, mari kita lihat beberapa fakta menarik terkait hal ini. Beberapa studi di masa lampau menunjukkan bahwa mempelajari hal-hal baru dapat meningkatkan perasaan positif. Nah, belajar bahasa asing ternyata dapat memiliki efek luar biasa pada suasana hati kita.

Namun demikian, pembelajaran bahasa asing nyatanya juga dapat membangkitkan sejumlah emosi negatif, seperti takut atau bosan. Pernah ngga sih kamu baru lima menit sudah menguap saat membaca topik tentang tata bahasa? Nah, perasaan negatif seperti ini adalah berita buruk bagi pembelajar bahasa asing, karena emosi negatif seperti stres dan kebosanan dapat merusak daya pikir dan membuat seseorang sulit untuk belajar dan mengingat hal-hal baru.

Ketika otak kita mendeteksi situasi stres, sumbu hipotalamus-hipofisis-adrenal (sistem kelenjar dalam tubuh kita yang bertugas melepaskan hormon) akan memompa keluar hormon stres seperti kortisol. Hormon stres ini merangsang respon melawan atau lari pada diri kita, yang sebenarnya sangat berguna ketika kita berada di bawah ancaman. Hormon tersebut membantu kita bereaksi dengan cepat, seperti misalnya saat kita harus berlari di hutan ketika melihat harimau. Dalam jumlah yang kecil hormon stres ini baik untuk membuat kita tetap waspada dan fokus pada tugas yang harus dikerjakan.

Akan tetapi dalam jumlah yang besar, hormon ini akan menekan sistem yang dianggap “tidak penting” untuk kelangsungan hidup, seperti kemampuan untuk mempelajari informasi baru. Tentu saja, mempelajari Adjective Clause memang tidak penting ya ketika kita sedang dikejar harimau, hehehe…

Berita baiknya adalah bahwa pembelajaran bahasa asing ternyata juga dapat memberikan perasaan positif bila dikemas dalam aktivitas yang sarat dengan kesenangan dan tawa. Banyak penelitian menunjukkan bahwa dengan memanfaatkan emosi positif ini, kita dapat meningkatkan kemampuan kita untuk mempelajari informasi baru. Emosi positif meningkatkan kinerja kita di berbagai bidang, seperti dalam pemecahan masalah, proses pembelajaran, memori, dan kelancaran verbal. Ini berarti ketika kita belajar dengan cara yang menyenangkan dan bermanfaat, kita tidak hanya akan merasa lebih baik, tetapi kita juga akan belajar dengan lebih baik.
Jadi, sudah saatnya kita mulai bersenang-senang dengan lebih serius. Untuk mengubah otak kita menjadi pusat kekuatan belajar, kita perlu mengembangkan strategi yang dapat membantu kita mengelola emosi negatif sehingga kita bisa belajar dengan lebih antusias.
Dengan pemikiran tersebut, di bawah ini adalah 11 hal yang perlu kamu perhatikan untuk membuat pembelajaran bahasa asing tidak terlalu membuat stres dalam prosesnya.

1. Mulailah dengan pola pikir baru

Sikap adalah kunci dari segalanya. Artinya, kamu mungkin harus mengubah kebiasaan belajarmu yang lama. Jika di masa lalu kamu selalu menyalahkan diri sendiri karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah, atau merasa bodoh jika melakukan kesalahan di depan orang lain – sekarang kamu perlu menerapkan pola pikir baru.

Kamu tidak cukup hanya memasukkan latihan bahasa asing ke dalam daftar tugasmu. Belajarlah untuk menjadikan latihan tersebut sesuatu yang kamu nanti-nantikan. Biarkan itu menjadi semacam istirahat dari rutinitas kamu.

2. Jadikan bahasa asing bagian dari pembelajaran seumur hidupmu

Kamu sadar tidak bahwa setiap hari kita sebenarnya selalu belajar. Disadari atau tidak, kita ditakdirkan untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. Sepanjang hari, kita (sering tanpa kita sadari) telah memecahkan berbagai jenis masalah. Kita melihat, mendengar, membaca, dan berbicara tentang informasi baru. Dalam interaksi kita dengan orang lain, kitapun belajar tentang ide-ide baru.

Penelitian juga mengungkapkan bahwa mempelajari hal-hal baru baik untuk otak dan harga diri kita. Saat kita belajar hal-hal baru kita bertemu dengan orang-orang baru dan hal itu tentu saja membuat hidup menjadi jauh lebih menarik. Belajar bahasa asing akan memberimu kesempatan untuk menikmati hal-hal itu.

Kita pun tahu bahwa kita akan menjadi lebih baik dalam hal-hal yang kita beri fokus dan praktikkan. Dan meskipun belajar bahasa asing mungkin hanya merupakan hobi buatmu, hal itu ternyata dapat berdampak cukup positif pada studi atau pekerjaan.

3. Tertawakan kesalahanmu

3. Tertawakan kesalahanmu

Kesalahan? Siapa peduli! Tidak ada seorang pun di dunia ini yang langsung bisa berbicara bahasa asing dengan benar dan lancar di hari pertama belajar. Sebagai pembelajar bahasa asing terkadang kita terlalu serius. Sering kali kita begitu khawatir akan membuat kesalahan sehingga untuk mulai berbicara saja kita sudah cemas.

Lalu, bagaimana sebenarnya kita harus menyikapi kesalahan dengan benar? Kesalahan adalah bagian dari proses belajar. So, relax! Kesalahan juga dapat kita jadikan kesempatan untuk mencairkan suasana dan bersenang-senang dengan penutur asli. Kamu bahkan dapat belajar untuk menerima umpan balik yang ramah dari mereka.

4. Terimalah ketidakjelasan

Bahasa tidak selalu mengikuti aturan logis. Aturan dalam suatu bahasa terkadang terasa di luar jangkauan karena otak kita belum siap untuk menerimanya. Mencoba memahami semuanya sekaligus akan menciptakan ketegangan dalam dirimu dan akan menghalangi proses pembelajaranmu. Terimalah bahwa beberapa hal masih menjadi misteri dan akan terungkap sedikit demi sedikit saat kamu terus belajar. Ketika kamu mempelajari bahasa asing dengan kesabaran dan rasa ingin tahu (dan jangan stres tentang apa yang belum kamu ketahui), kamu akan belajar lebih cepat.

5. Gunakan bahasa asing yang kamu pelajari untuk mengembangkan keterampilan dan minat lainnya

Memiliki rasa ingin tahu adalah sebuah aset yang besar loh! Dengan bahasa kamu dapat menjelajahi berbagai dunia sejarah dan geografi. Belum lagi musik, makanan, film, sastra, filsafat, tradisi, dan sebagainya. Mulailah melakukan hal yang membuatmu tergerak.

Apa yang senang kamu lakukan dalam Bahasa Indonesia? Apa pun itu, cobalah melakukannya dalam bahasa asing yang sedang kamu pelajari. Jika kamu suka membaca situs web berita, temukan situs web dalam bahasa asing yang sedang kamu pelajari dan gunakan add-on terjemahan Google untuk menerjemahkan kata-kata baru dengan cepat. Jika musik adalah kesukaanmu, cobalah terjemahkan lirik lagu favoritmu.

Melakukan yang kamu sukai sangatlah penting untuk menghadirkan semangat dan kesenangan dalam proses belajarmu. Percayalah, dengan semangat ini, kemampuan bahasa asingmu akan meningkat dengan pesat!

6. Lakukan eksperimen

6. Lakukan eksperimen

Jika kamu menggunakan buku teks atau mengikuti kursus yang membuatmu stres, jangan ragu untuk membuat perubahan! Seringkali materi atau suasana belajar lah yang menyebabkan timbulnya ketegangan, bukan pembelajaran bahasa asing itu sendiri.

Ada cara yang tepat untuk tiap-tiap orang, dan terkadang kamu harus bereksperimen dengan beberapa metode berbeda sebelum menemukan metode yang paling cocok untuk dirimu. Tapi berhati-hatilah untuk tidak terus-menerus bereksperimen tanpa pernah menyelesaikannya. Temukan keseimbangan yang tepat antara mencoba hal-hal baru dan menyelesaikan sesuatu.

7. Temukan level yang tepat

Level yang terlalu tinggi biasanya akan membuatmu cepat frustrasi, dan level yang terlalu rendah akan membuatmu bosan. Saat memilih sumber materi belajar, cobalah temukan sweet spot di mana pembelajaran mengalir dengan mudah. Materi yang kamu cari harus memperkuat apa yang sudah kamu ketahui, dan memasukkan beberapa hal baru tanpa berlebihan. Kamu bisa memilih bahan bacaan yang mencantumkan grade atau level karena bacaan tersebut dirancang khusus untuk memperkenalkan sedikit kosakata dan tata bahasa baru di setiap levelnya.

8. Temukan orang yang tepat

Saat kamu berlatih berbicara, biasanya akan ada beberapa orang yang membuatmu stres lebih dari yang lain. Itu normal. Cobalah dan habiskan waktu sebanyak mungkin dengan orang-orang yang membuat kamu merasa santai dan nyaman.

9. Sertakan bahasa asing yang kamu pelajari dalam pengalaman perjalananmu

9. Sertakan bahasa asing yang kamu pelajari dalam pengalaman perjalananmu

Berencana untuk bepergian ke luar negeri? Hmm, sudah terbayang deh bagaimana serunya. Bagian yang menyenangkan dalam rencana bepergian ke luar negeri ini biasanya adalah persiapannya. Jika kamu mempelajari setidaknya beberapa frasa dasar dalam bahasa negara yang akan kamu kunjungi, kamu akan menikmati pengalaman yang lebih dalam dalam perjalananmu. Kamu akan lebih merasa percaya diri ketika menjelajahi wilayah tempat kamu bepergian – dengan berjalan kaki, bersepeda, dengan kereta api, atau transportasi umum lainnya. Dengan penduduk lokal, kamu dapat mempraktikkan bahasa yang kamu pelajari tersebut tanpa perlu merasa cemas berlebihan, karena biasanya penutur asli jauh lebih penuh toleransi terhadap pembelajar bahasa sepertimu. Setelah kembali dari perjalananmu itu, kamu pastinya akan semakin bersemangat dalam mempelajari bahasa asing tersebut.

10. Sesekali berilah kelonggaran pada dirimu

Kamu pasti pernah mengalami hari ketika otakmu seperti menyabot semua niat baikmu untuk belajar. Hari seperti ini berisiko untuk membuatmu melewatkan satu sesi belajar, dan biasanya itu akan membuatmu lebih mudah untuk melewatkan sesi belajar berikutnya.

Agar kamu tidak melewatkan kesempatan untuk tetap belajar, ada senjata rahasia yang bisa kamu gunakan, yaitu membiarkan otak kamu rileks dengan melakukan aktivitas “malas” dalam bahasa asing yang sedang kamu pelajari. Aktivitas malas di sini maksudnya seperti menonton film, mendengarkan musik, atau bahkan bermain online game. Kamu bisa mencari kata-kata aneh atau grammar point yang muncul saat melakukan aktivitas tersebut, tetapi tidak perlu memaksakan diri melakukan sesuatu yang berat. Dengan cara ini kamu bisa tetap berada di jalur belajar tanpa membuat diri menjadi stres.

11. Berilah dirimu hadiah

Memberi diri sendiri sedikit hadiah di akhir sesi belajar – seperti menonton satu episode series favoritmu di Netflix atau membaca komik selama 30 menit misalnya – akan membantu otakmu mengasosiasikan belajar dengan hadiah. Banyak belajar artinya banyak hadiah. Wow! Hal ini tidak mungkin tidak memotivasimu untuk belajar lebih banyak.

So, mulailah mencari tahu strategi pembelajaran bahasa asing yang paling cocok untukmu. John Marwood Cleese, seorang komedian dan aktor Inggris, mengatakan: “He who laughs most, learns best.” Jadi, yang paling penting adalah jangan pernah hilangkan senyum dan tawa dari perjalananmu dalam belajar bahasa asing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Send this to a friend