Tes TOEFL menjadi salah satu standar kemampuan bahasa Inggris yang paling banyak digunakan di dunia akademik dan profesional. Bagi banyak orang, TOEFL adalah gerbang untuk melanjutkan studi ke luar negeri, mendaftar beasiswa, atau memenuhi persyaratan administrasi karier. Namun, sebelum mulai belajar materi atau mengerjakan latihan soal, ada satu hal mendasar yang sering diabaikan: memahami struktur tesnya.
Mengetahui struktur Tes TOEFL secara lengkap bukan sekadar informasi tambahan. Ini adalah fondasi strategi. Dengan memahami jumlah bagian, jenis soal, sistem penilaian, dan durasi masing-masing section, peserta dapat mengatur waktu belajar dengan lebih efektif. Tanpa pemahaman ini, persiapan sering kali terasa acak dan tidak terarah.
Untuk membantu memahami struktur tes secara menyeluruh sebelum mulai latihan, banyak peserta memilih mengikuti kelas persiapan maupun mengikuti tes prediksi TOEFL yang terarah seperti di LB LIA. Dengan pendampingan yang sistematis, proses belajar menjadi lebih fokus sejak awal.
Secara umum, TOEFL dirancang untuk mengukur empat kemampuan utama dalam bahasa Inggris: reading (membaca), listening (mendengar), speaking (berbicara), dan writing (menulis). Keempat kemampuan ini mencerminkan situasi akademik nyata yang akan dihadapi oleh mahasiswa di lingkungan internasional, seperti membaca jurnal, mendengarkan kuliah, berdiskusi, dan menulis esai.
Artikel ini akan membahas struktur Tes TOEFL secara lengkap, mulai dari pengertian dasarnya hingga jenis-jenis TOEFL yang tersedia. Dengan memahami setiap bagiannya, kamu tidak hanya tahu apa yang akan dihadapi, tetapi juga dapat menyusun strategi belajar yang lebih tepat sasaran.
Apa Itu TOEFL?
TOEFL adalah singkatan dari Test of English as a Foreign Language. Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang yang bukan penutur asli (non-native speaker). Fokus utama TOEFL adalah penggunaan bahasa Inggris dalam konteks akademik, sehingga sangat relevan bagi calon mahasiswa yang ingin belajar di universitas berbahasa Inggris.
TOEFL dikembangkan dan diselenggarakan oleh Educational Testing Service (ETS), sebuah lembaga internasional yang berbasis di Amerika Serikat dan dikenal sebagai penyelenggara berbagai tes standar global. Standar dan sistem penilaian TOEFL dirancang agar objektif, terukur, dan dapat dibandingkan secara internasional.
Tujuan utama Tes TOEFL adalah memastikan bahwa peserta memiliki kemampuan bahasa Inggris yang memadai untuk mengikuti perkuliahan atau aktivitas akademik di lingkungan internasional. Oleh karena itu, materi yang diujikan tidak hanya menguji tata bahasa, tetapi juga kemampuan memahami teks akademik, menangkap informasi dari percakapan dan kuliah, serta menyampaikan gagasan secara lisan dan tertulis.
Selain untuk kebutuhan studi, skor TOEFL juga sering digunakan untuk keperluan lain, seperti persyaratan beasiswa, seleksi program pertukaran pelajar, pendaftaran program pascasarjana, hingga persyaratan administratif di beberapa perusahaan multinasional.
Banyak orang membandingkan TOEFL dengan tes bahasa Inggris lainnya seperti tes IELTS online maupun offline. Meskipun sama-sama menguji empat kemampuan utama, perbedaan terletak pada format, sistem penilaian, dan pendekatan soal. TOEFL lebih menekankan konteks akademik khas Amerika, sementara tes lain mungkin memiliki pendekatan yang sedikit berbeda.
Dengan kata lain, TOEFL bukan sekadar tes bahasa Inggris biasa. Ia adalah alat ukur standar yang dirancang untuk menilai kesiapan akademik dalam bahasa Inggris secara komprehensif.

Jenis-Jenis TOEFL
Secara umum, terdapat dua jenis TOEFL yang paling dikenal dan sering digunakan, yaitu TOEFL ITP dan TOEFL iBT. Keduanya memiliki tujuan dan struktur yang berbeda, meskipun sama-sama mengukur kemampuan bahasa Inggris.
Melalui program persiapan TOEFL di lembaga kursus bahasa inggris seperti LB LIA, peserta dapat berkonsultasi mengenai jenis tes yang paling sesuai dengan kebutuhannya sekaligus menyusun strategi belajar berdasarkan target skor yang ingin dicapai.
TOEFL ITP
TOEFL ITP (Institutional Testing Program) adalah versi TOEFL yang umumnya digunakan oleh institusi pendidikan untuk keperluan internal. Berbeda dengan iBT, TOEFL ITP biasanya berbasis kertas (paper-based) dan tidak menguji kemampuan speaking secara langsung.
Struktur TOEFL ITP terdiri dari tiga bagian utama: Listening Comprehension, Structure and Written Expression, serta Reading Comprehension. Fokusnya lebih pada pemahaman tata bahasa, kemampuan memahami teks tertulis, dan kemampuan menangkap informasi dari percakapan singkat.
Durasi TOEFL ITP umumnya sekitar dua jam, dengan skor total berkisar antara 310 hingga 677. Skor ini dihitung berdasarkan konversi hasil dari ketiga section yang diujikan.
TOEFL ITP sering digunakan sebagai syarat kelulusan di perguruan tinggi, seleksi program internal, atau pemetaan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa. Namun, untuk pendaftaran ke universitas luar negeri, TOEFL iBT biasanya lebih disyaratkan karena mencakup kemampuan speaking dan writing secara langsung.
TOEFL iBT
TOEFL iBT (Internet-Based Test) adalah versi TOEFL yang paling banyak digunakan secara internasional saat ini. Tes ini dilakukan secara online di pusat tes resmi atau lokasi yang telah ditentukan. TOEFL iBT dirancang untuk menguji empat keterampilan utama: reading, listening, speaking, dan writing.
Struktur TOEFL iBT mencakup empat section yang saling terintegrasi. Misalnya, dalam bagian writing dan speaking, peserta tidak hanya diminta menyampaikan pendapat, tetapi juga merespons informasi dari teks bacaan atau audio yang telah diberikan sebelumnya. Pendekatan ini disebut sebagai integrated tasks, yang mencerminkan situasi akademik nyata.
Perbedaan Utama TOEFL iBT dan TOEFL ITP
Perbedaan paling mendasar antara TOEFL iBT dan TOEFL ITP terletak pada cakupan keterampilan yang diuji dan pengakuan internasionalnya. TOEFL iBT menguji empat kemampuan secara lengkap dan diakui luas oleh universitas di berbagai negara. Sementara itu, TOEFL ITP lebih sering digunakan untuk kebutuhan internal institusi dan tidak selalu diterima sebagai syarat pendaftaran internasional.
Dari sisi format, TOEFL iBT berbasis internet dan melibatkan respons lisan serta tulisan yang direkam atau diketik langsung di komputer. TOEFL ITP cenderung berbasis kertas dan lebih menekankan pada soal pilihan ganda.
Memahami jenis-jenis TOEFL ini penting sebelum mendaftar tes. Pemilihan jenis tes yang tepat harus disesuaikan dengan tujuan, apakah tes TOEFL untuk CPNS, TOEFL untuk LPDP, atau kebutuhan institusi tertentu.
Dengan memahami pengertian TOEFL dan jenis-jenisnya secara menyeluruh, langkah berikutnya adalah mendalami struktur detail setiap bagian tes. Pemahaman ini akan menjadi bekal penting dalam menyusun strategi belajar yang efektif dan terarah.
Struktur Tes TOEFL ITP
Berbeda dengan TOEFL iBT, TOEFL ITP lebih menekankan pada kemampuan pemahaman bahasa Inggris secara pasif, khususnya dalam konteks akademik tertulis dan percakapan singkat. Tes ini terdiri dari tiga bagian utama.
Listening Comprehension
Bagian Listening pada TOEFL ITP menguji kemampuan memahami percakapan pendek, percakapan panjang, dan monolog. Peserta mendengarkan rekaman audio dan menjawab pertanyaan pilihan ganda, sehingga banyak peserta memilih mengikuti les bahasa inggris untuk melatih kemampuan memahami berbagai aksen dan konteks percakapan.
Jumlah soal pada bagian ini biasanya sekitar 50 pertanyaan dengan durasi sekitar 35 menit. Materi audio hanya diputar satu kali, sehingga peserta harus fokus sejak awal.
Structure and Written Expression
Bagian ini menguji pemahaman tata bahasa dan struktur kalimat dalam bahasa Inggris. Soal terdiri dari dua tipe utama: melengkapi kalimat dengan struktur yang tepat dan mengidentifikasi kesalahan dalam kalimat.
Jumlah soal biasanya sekitar 40 pertanyaan dengan durasi sekitar 25 menit. Peserta harus memahami pola tata bahasa, seperti tenses, subject-verb agreement, clause, dan penggunaan kata hubung.
Reading Comprehension
Reading pada TOEFL ITP menguji kemampuan memahami teks tertulis akademik. Peserta akan membaca beberapa teks dan menjawab pertanyaan pilihan ganda.
Jumlah soal biasanya sekitar 50 pertanyaan dengan durasi sekitar 55 menit. Pertanyaan dapat berupa ide utama, detail spesifik, referensi kata, hingga makna kosakata dalam konteks.
Skor TOEFL ITP berkisar antara 310 hingga 677. Skor akhir dihitung berdasarkan konversi hasil dari ketiga bagian tersebut.
Struktur Tes TOEFL iBT Lengkap
TOEFL iBT dirancang untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris dalam konteks akademik secara menyeluruh. Tes ini menguji empat keterampilan utama: Reading, Listening, Speaking, dan Writing. Setiap bagian memiliki karakteristik, jumlah soal, serta strategi pengerjaan yang berbeda. Memahami struktur detailnya akan membantu peserta mengelola waktu dan energi dengan lebih efektif.
Reading Section
Bagian Reading bertujuan untuk mengukur kemampuan memahami teks akademik berbahasa Inggris. Teks yang diberikan biasanya diambil dari materi setingkat universitas, seperti artikel ilmiah, kajian sejarah, atau pembahasan sains.
Jumlah bacaan umumnya terdiri dari 2 teks, masing-masing dengan sekitar 10 pertanyaan. Waktu yang diberikan berkisar sekitar 35 menit, tergantung format terbaru yang berlaku. Setiap teks memiliki panjang kurang lebih 700 kata.
Listening Section
Listening Section mengukur kemampuan memahami percakapan dan kuliah dalam bahasa Inggris. Materi audio biasanya terdiri dari percakapan singkat antara mahasiswa dan staf kampus, serta potongan kuliah akademik.
Bagian ini umumnya berlangsung sekitar 36 menit dan mencakup beberapa set audio dengan total pertanyaan sekitar 28 soal. Peserta hanya dapat mendengarkan setiap audio satu kali, sehingga konsentrasi penuh menjadi kunci utama.
Speaking Section
Speaking Section menguji kemampuan peserta dalam menyampaikan gagasan secara lisan dalam bahasa Inggris. Bagian ini terdiri dari 4 tugas (tasks) yang terbagi menjadi dua jenis: independent task dan integrated task, sehingga banyak peserta mempersiapkannya melalui kursus speaking english agar lebih terbiasa berbicara secara terstruktur.
Pada independent task, peserta diminta menyampaikan pendapat pribadi terhadap suatu topik umum. Waktu persiapan biasanya sekitar 15 detik, dan waktu berbicara sekitar 45 detik.
Pada integrated task, peserta harus membaca teks singkat atau mendengarkan audio terlebih dahulu, kemudian merangkum atau menggabungkan informasi tersebut dalam jawaban lisan. Tugas ini mencerminkan situasi akademik nyata, seperti merespons diskusi kelas.
Writing Section
Writing Section terdiri dari dua tugas utama: Integrated Writing dan Academic Discussion atau Independent Writing (tergantung format terbaru).
Pada Integrated Writing, peserta diminta membaca teks akademik singkat, mendengarkan penjelasan tambahan dalam bentuk audio, kemudian menulis esai yang membandingkan atau merangkum kedua sumber tersebut. Waktu yang diberikan biasanya sekitar 20 menit.
Pada tugas kedua, peserta diminta menyampaikan pendapat atau argumen terhadap suatu topik tertentu dalam bentuk esai. Waktu pengerjaan berkisar 10 hingga 30 menit, tergantung format.

Sistem Penilaian TOEFL
Sistem penilaian TOEFL berbeda tergantung pada jenis tes yang diambil.
Setiap universitas atau institusi memiliki standar skor minimum yang berbeda. Program sarjana biasanya mensyaratkan skor yang lebih rendah dibandingkan program pascasarjana. Selain skor total, beberapa institusi juga memperhatikan skor minimum per section.
Pada TOEFL ITP, skor dihitung berdasarkan konversi nilai dari Listening, Structure and Written Expression, dan Reading. Rentang skor total adalah 310 hingga 677. Tidak ada penilaian langsung untuk kemampuan berbicara dan menulis dalam tes ini.
Memahami sistem penilaian sangat penting agar peserta dapat menetapkan target belajar yang realistis. Misalnya, jika skor Speaking rendah sementara bagian lain cukup tinggi, fokus latihan dapat diarahkan pada peningkatan kelancaran dan struktur jawaban lisan.
Dengan memahami struktur dan sistem penilaian secara menyeluruh, peserta dapat menyusun strategi belajar yang lebih terarah. TOEFL bukan sekadar tes hafalan, melainkan evaluasi kemampuan memahami dan menggunakan bahasa Inggris dalam konteks akademik yang nyata.
Kesimpulan
Memahami struktur Tes TOEFL secara menyeluruh adalah langkah awal yang sangat penting sebelum memulai persiapan. Banyak peserta langsung berfokus pada latihan soal tanpa benar-benar memahami bagaimana tes ini dirancang. Padahal, mengetahui jumlah bagian, durasi setiap section, jenis soal, hingga sistem penilaian dapat membantu menyusun strategi belajar yang lebih efektif dan terarah.
TOEFL iBT menguji empat keterampilan utama, yaitu Reading, Listening, Speaking, dan Writing, dengan pendekatan yang terintegrasi dan berbasis konteks akademik. Sementara itu, TOEFL ITP lebih menekankan pada kemampuan memahami struktur bahasa, membaca, dan mendengarkan dalam format pilihan ganda. Perbedaan ini menunjukkan bahwa pemilihan jenis tes harus disesuaikan dengan tujuan masing-masing peserta, apakah untuk studi luar negeri, kebutuhan institusi, atau persyaratan administratif tertentu.
Pada akhirnya, TOEFL bukan sekadar tes kemampuan bahasa Inggris, melainkan evaluasi kesiapan akademik dalam lingkungan internasional. Persiapan yang matang tidak hanya bergantung pada seberapa banyak soal yang dikerjakan, tetapi juga pada seberapa baik pemahaman terhadap struktur tes itu sendiri. Dengan strategi yang tepat, latihan yang konsisten, dan pemahaman yang komprehensif, peluang untuk meraih skor optimal akan semakin besar.
Jika Anda sedang mempersiapkan diri menghadapi TOEFL, memahami strukturnya adalah langkah awal. Untuk persiapan yang lebih terarah dan didampingi pengajar berpengalaman, Anda dapat mempertimbangkan program TOEFL di LB LIA terdekat dan mulai menyusun strategi belajar sejak sekarang.
Lembaga Bahasa LIA
Alamat : Jl. Pengadegan Timur Raya No.3, RT.3/RW.2, Pengadegan, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12770
Telephone : 0813-7330-8484
Email : marketing.lbpplia@gmail.com
Website : https://lblia.com/
FAQ
1. Apa saja struktur Tes TOEFL lengkap dan penjelasan setiap bagiannya?
Struktur Tes TOEFL terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu TOEFL ITP dan TOEFL iBT. TOEFL ITP memiliki tiga bagian: Listening Comprehension, Structure and Written Expression, serta Reading Comprehension. Sementara itu, TOEFL iBT terdiri dari empat bagian: Reading, Listening, Speaking, dan Writing. Masing-masing bagian dirancang untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris dalam konteks akademik dengan format, durasi, dan sistem penilaian yang berbeda.
2. Berapa lama durasi Tes TOEFL?
Durasi TOEFL ITP biasanya berlangsung sekitar dua jam dengan pembagian waktu pada setiap section seperti Listening, Structure and Written Expression, dan Reading. Sedangkan TOEFL iBT sekitar dua jam, tergantung format terbaru yang berlaku.
3. Berapa skor TOEFL yang dianggap baik?
Skor TOEFL yang dianggap baik tergantung pada kebutuhan institusi. Untuk TOEFL ITP, skor di atas 500 umumnya dianggap cukup baik untuk kebutuhan akademik tertentu.
Views: 3