7 Alasan Mengapa Belajar Bahasa Asing Mampu Mendorong Kreativitas Kamu

You can’t use up creativity. The more you use, the more you have. – Maya Angelou

Kamu pasti sudah pernah membaca atau mendengar bahwa belajar bahasa asing bisa mendatangkan banyak sekali manfaat. Beberapa di antaranya seperti menunda efek buruk dari penyakit Alzheimer dan demensia yang sering diderita para lansia, membantu seseorang menjadi lebih baik ketika harus melakukan beberapa hal sekaligus, dan tentu saja, membuka lebih banyak pintu kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan dan karir yang diinginkan.

Tapi bagaimana dengan kreativitas? Adakah hubungan antara kemampuan berbahasa asing dengan kreativitas?

Dalam menggambarkan kreativitas, para ilmuwan sering menggunakan istilah alternatif “divergent thinking”, yang dalam makna luasnya berarti kapasitas seseorang untuk menemukan cara-cara yang berbeda dalam menyelesaikan masalah.

Dalam pembelajaran bahasa itu sendiri, divergent thinking secara sederhana dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menyampaikan hal yang sama dalam banyak cara – terlepas dari tepat atau tidaknya tata bahasa yang digunakan dalam proses penyampaian tersebut.

Lalu, apa sebetulnya korelasi antara pembelajaran bahasa asing dan kreativitas? Dapatkah kita mengklaim bahwa pembelajaran bahasa asing mampu mengembangkan kreativitas seseorang secara signifikan? Mari kita lihat beberapa hubungan berikut ini:

1. Pembelajaran bahasa asing memberi cara baru dalam melihat dunia

Bahasa memberi kita wawasan yang mendalam atas budaya dimana bahasa tersebut digunakan. Hal ini adalah salah satu alasan mengapa mempelajari bahasa asing memberikan tantangan tersendiri bagi kita untuk tidak saja memahami sistem linguistik yang baru, tapi juga norma-norma budaya yang baru, adat kebiasaan, keyakinan, dan makna baru, yang terkandung dalam berbagai aspek kehidupan yang berbeda dari budaya kita. Kesemua hal itu secara alamiah akan meningkatkan kapasitas divergent thinking kita.

Ketika kita mempelajari makna kontekstual di balik kata-kata yang ada dalam sebuah bahasa, kita diajak untuk lebih memahami akar budaya dari sebuah bangsa. Hal ini memberi kita kesempatan untuk melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda dan unik.

2. Pembelajaran bahasa asing membantu kamu mengatakan hal-hal yang tidak bisa dikatakan

Ada ribuan kata dalam bahasa asing yang tidak ada padanannya dalam Bahasa Indonesia. Mengetahui kata-kata tersebut akan memperluas tidak hanya kosakata kamu secara keseluruhan, tetapi juga pandangan kamu atas dunia.

Contoh klasik mengenai hal ini adalah banyaknya kata yang digunakan oleh orang-orang Inuit (penduduk asli Amerika yang tinggal di tempat-tempat dingin di Kanada Utara dan Alaska) untuk mengatakan snow (salju). Di berbagai area yang berbeda di seputar Arctic, mereka menggunakan lebih dari 50 kata yang berbeda untuk menyebut kata snow, dan masing-masing kata tersebut memiliki makna yang berbeda. Kosakata mereka beradaptasi dengan lingkungan.

Demikian pula halnya dengan penutur Bahasa Inggris yang mempelajari Bahasa Indonesia. Mereka akan belajar bahwa kita memiliki kata-kata yang berbeda untuk menggambarkan hal-hal tertentu. Contohnya beras. Tanamannya kita sebut dengan padi, yang ditanam di area yang disebut sawah. Padi dikeringkan menjadi gabah, lalu ditumbuk atau digiling menjadi beras. Beras kemudian ditanak menjadi nasi. Sementara dalam Bahasa Inggris, hanya dikenal kata rice untuk menyebut baik padi, beras, maupun nasi. Untuk menyebut sawah pun digunakan kata yang sama dengan hanya menambahkan kata field di belakang rice, yaitu rice field.    

Contoh-contoh di atas hanya sedikit dari seluk-beluk linguistik yang berbeda-beda, yang memperlihatkan beragamnya cara bahasa digunakan sesuai dengan lingkungan maupun budaya penggunanya.

3. Pembelajaran bahasa asing membantu kita mendapatkan selera humor yang baru

Ketika mempelajari bahasa asing, kita akan menyadari bahwa kita harus belajar tentang selera humor yang berbeda, sesuai dengan budaya dimana bahasa asing tersebut digunakan. Terkadang lelucon dalam Bahasa Inggris, misalnya, tidak terdengar lucu ketika disampaikan dalam Bahasa Indonesia (dan sebaliknya), sekalipun humor tersebut telah diterjemahkan dengan baik. Tapi bisa jadi humor “receh” yang tidak terlalu lucu dalam Bahasa Indonesia, bisa membuat orang Korea tertawa terpingkal-pingkal ketika humor tersebut disampaikan dalam Bahasa Korea. Hal-hal tersebut bisa jadi tidak ada hubungannya dengan bahasa itu sendiri, tapi lebih kepada cara pandang terhadap berbagai hal, yang bisa berbeda antara satu bangsa dan bangsa lainnya. 

4. Pembelajaran bahasa asing melatih bahasa tubuh

Mungkin sebagian dari kamu pernah bermain tebak kata, dimana salah satu anggota tim harus menggunakan bahasa tubuh untuk menjelaskan atau memperagakan kata yang harus ditebak, seperti nama benda, hewan, pekerjaan, atau bahkan judul film dan lagu.  

Ketika kamu sedang belajar bahasa asing, kamu terkadang harus menggunakan bahasa tubuh seperti gestur tangan saat tidak yakin akan kata apa yang harus digunakan untuk menyampaikan maksud kamu. Atau mungkin juga kamu tahu kata apa yang harus digunakan, tapi kamu tidak yakin dengan pelafalannya, sehingga kamu terpaksa menggunakan bahasa tubuh. Yes, it happens.

Sesungguhnya, kesempatan yang kamu gunakan untuk menyampaikan maksudmu dalam bahasa tubuh akan otomatis melatih otakmu untuk kreatif. Ingat, proses berpikir untuk memecahkan masalah adalah latihan kreativitas yang sangat efektif. Semakin sulit kata yang hendak kamu sampaikan, kamu semakin dituntut untuk kreatif menggunakan bahasa tubuh dan ekspresi. Contohnya, saat kamu harus menjelaskan kata call menggunakan bahasa tubuh, tentu tidak sesulit bila harus mengatakan responsible dalam bentuk gestur kan?

Jadi, ngga perlu lagi dong belajar lebih jauh untuk menambah perbendaharaan kata supaya otak kita kreatif? Ya tentu tidak begitu cara berpikirnya ya. Pastinya kamu juga nggak mau dong terlihat tidak kompeten saat berkomunikasi. Terutama apabila kamu harus berbicara dalam situasi yang formal, dimana kamu harus menunjukkan bahwa kamu punya kompetensi yang baik dalam bahasa asing tersebut.

Kecuali dalam permainan tebak kata, bahasa tubuh pastinya adalah hal terakhir yang akan kamu gunakan. Point yang ingin ditekankan di sini adalah bahwa sekalipun kamu mengalami kendala dalam menggunakan bahasa asing, proses belajar bahasa itu sendiri for sure akan melatih dan mengembangkan kreativitasmu.

5. Pembelajaran bahasa asing melatih kamu berimprovisasi

Ketika sedang belajar bahasa asing, kamu biasanya tidak benar-benar punya waktu untuk menerjemahkan kata per kata. Terkadang kamu harus menggunakan kata-kata yang kamu tahu untuk menjelaskan sebuah kata yang kamu tidak tahu. Hal ini tidak mudah dan akan memaksa kamu untuk berpikir lebih cepat dan lebih keras.

6. Pembelajaran bahasa asing meningkatkan daya ingat

Ketika kamu mempelajari bahasa asing, kamu harus banyak mempelajari kosakata, tata bahasa, ungkapan, pelafalan, dan masih banyak yang lainnya. Untuk bisa melakukan ini, kamu harus belajar taktik menghafal, bisa menggunakan flashcards, menonton film, atau teknik lainnya. Taktik apapun yang kamu gunakan, hal itu akan membantu mendorong kreativitas kamu. Plus, penelitian memperlihatkan bahwa menghafal membantu kamu menjadi lebih kreatif semata-mata karena hal itu melatih otak kamu. 

7. Pembelajaran bahasa asing membuat kamu biasa menyikapi kegagalan

Menjadi kreatif itu tidak mudah. Orang-orang yang berkarya di dunia kreatif, seperti penulis cerita atau komika misalnya, harus bisa merasa santai saat menghadapi kegagalan, harus bisa menerima kenyataan saat ide-idenya ditolak.   

Kegagalan dalam proses belajar adalah hal yang lumrah. Demikian pula ketika seseorang belajar bahasa asing, dia akan terbiasa untuk gagal setiap hari. Sebenarnya, semakin sering kita gagal, semakin cepat kita membuat kemajuan. Dalam proses belajar tersebut, kita akan membuat berbagai macam kesalahan. Salah menggunakan kata, salah menggunakan struktur kalimat, salah melafalkan, dan banyak kesalahan lainnya yang membuat lawan bicara kita tidak mengerti apa yang kita maksud. Pembelajar bahasa yang baik tidak akan takut untuk bereksperimen dengan bahasa yang sedang dipelajarinya. Melalui trial and error yang konstan dia lakukan, dia akan semakin bergerak maju.  

Lalu bagaimana hal itu bisa mendorong kreativitas? Jika kamu terbiasa menerima kegagalan, maka kamu akan gigih melanjutkan pekerjaan kreatifmu, atau pekerjaan apapun yang sedang kamu lakukan. The more you fail as a creative, the more you are creating…

Jika saat ini kamu sedang berpikir apakah sebaiknya mempelajari bahasa asing atau tidak, saran terbaik adalah kamu harus mencobanya. Kamu akan mendapat manfaat lebih dari yang bisa kamu bayangkan. Namun sebelum kamu memutuskan untuk mendaftar di kursus bahasa asing, apakah itu Bahasa Inggris, Bahasa Korea, atau Bahasa Mandarin, kamu harus memahami bahwa tidak semua metode pembelajaran bahasa diciptakan sama.   

Hasil dari beberapa studi menunjukkan bahwa metode belajar yang dipakai bisa menjadi faktor yang menentukan seberapa banyak dorongan kreatif yang kamu terima. Para peneliti mencatat bahwa peserta dalam studi-studi tersebut belajar di lembaga bahasa yang memiliki jumlah siswa yang tidak terlalu banyak di setiap kelasnya, dan yang mendorong atmosfer kolaboratif. Kedua hal ini adalah faktor yang memberikan situasi kondusif untuk divergent thinking. Jadi, pintar-pintarlah memilih tempat kursus bahasa asing. Pastikan kamu mendaftar di tempat belajar bahasa yang mendorong kreativitas siswa-siswanya.   

Suatu saat nanti ketika kamu bertemu dengan seseorang yang menguasai beberapa bahasa, sebelum kamu berpikir bahwa orang tersebut memiliki otak yang istimewa, coba mundur selangkah dan berpikir. Mungkin saja betul bahwa orang tersebut memang memiliki otak yang istimewa, tapi mungkin juga hal istimewa yang dia miliki itu adalah sesuatu yang dia peroleh dari mempelajari beberapa bahasa. Berita baiknya adalah, usaha seperti itu bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk kamu.

So, get out of your comfort zone, stretch your brain muscle, and get seriously involved with languages. Kamu akan menjadi lebih kreatif, dan karenanya, kamu akan mampu menyelesaikan masalah dengan lebih baik. Guaranteed!

5 thoughts on “7 Alasan Mengapa Belajar Bahasa Asing Mampu Mendorong Kreativitas Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Send this to a friend