lblia.com

5 Fakta Menarik Tentang Huruf Alfabet Korea: Hangeul

Kalau kamu pecinta kebudayaan Korea, pasti kamu sudah pernah mendengar kata “Hangeul”. Banyak orang merasa bahwa untuk menulis dan mengucapkan huruf Hangeul tidaklah mudah, walaupun pada kenyataannya mungkin tidak sesulit yang dibayangkan.

Di artikel kali ini, kita akan melihat 5 fakta menarik tentang Hangeul, salah satu alfabet yang paling efisien di seluruh dunia, dan yang telah mendapat banyak pujian dari para ahli bahasa.

  1. Hangeul dibuat pada tahun 1443

Hangeul adalah sistem alfabet bahasa Korea yang diciptakan oleh Raja Sejong di tahun 1443. Sebelum adanya Hangeul, rakyat Korea menggunakan huruf karakter Cina untuk berkomunikasi sehari-hari. Raja Sejong melihat kesulitan yang dialami rakyatnya karena huruf karakter Cina jumlahnya sangat banyak dan sulit untuk dipelajari. Hal itulah yang mendorong Raja Sejong untuk menciptakan Hangeul.

2. Hangeul terdiri dari 24 huruf, 14 konsonan dan 10 vokal.

Saat awal diciptakan, sistem alfabet Bahasa Korea ini dinamakan “훈민정음(Hunminjeongeum)” yang berarti “Bunyi Tepat untuk Mengajari Rakyat”. Awalnya sistem alfabet ini terdiri dari 28 huruf, dengan 17 konsonan dan 11 vokal. Namun kini jumlahnya berkurang menjadi hanya 14 konsonan dan 10 vokal. Bentuk 5 huruf konsonan utama (ㄱ, ㄴ, ㅅ, ㅁ, ㅇ) terinspirasi dari bentuk bibir dan lidah saat membunyikan huruf-huruf tersebut. Sedangkan komponen utama dari huruf vokal (ㆍ, ㅡ, ㅣ) melambangkan langit, bumi, dan manusia.

3. Hangeul masuk dalam daftar UNESCO’s Memory of the World Register

Manuskrip Hunminjeongeum merupakan hasil ciptaan dari Raja Sejong dan sekelompok cendikiawan yang mendapat perintah dari sang raja untuk menuliskan penjelasan dan panduan lengkap dalam menulis dan membaca huruf Hangeul. Salah satu bagian dari manuskrip tersebut masuk ke dalam daftar UNESCO’s Memory of the World Register di tahun 1997, dan kini menjadi bagian dari koleksi Kansong Art Museum di Seoul, Korea. 

di atas nomor 4

4. “Hangeul Day” diperingati setiap tanggal 9 Oktober

Hangeul Day merupakan hari libur nasional yang dirayakan setiap tahun. Sejarah tentang Hangeul Day bisa dilihat dari jurnal riset yang diterbitkan oleh Joseon Language Society pada tahun 1927. Mereka menggunakan nama “Hangeul” sebagai judul dari jurnal tersebut. Satu tahun kemudian, pada 1928, terdapat perubahan nama hari libur nasional dari “Gagyanal” menjadi “Hangeulnal” untuk merayakan diciptakannya “Hunminjeongeum”, dan sejak saat itu “Hangeul” mulai banyak dipergunakan. Pemerintah Korea mulai menetapkan tanggal 9 Oktober menjadi Hari Hangeul terhitung sejak tahun 1945.

5. Museum khusus tentang Hangeul didirikan di Korea

Museum yang terletak di Seoul ini memiliki nama “National Hangeul Museum” yang mulai dibuka untuk umum pada tanggal 9 Oktober 2014, bertepatan dengan perayaan “Hangeul Day”.  Tujuan didirikannya museum ini adalah untuk mempromosikan nilai-nilai lingustik dan budaya dari Hangeul. Semua orang dari semua usia bisa mendapatkan kesempatan untuk mempelajari Hangeul di museum ini. Tidak ada biaya yang harus dibayarkan untuk bisa menikmati semua fasilitas yang ada di museum.

Hangeul kini disebut sebagai salah satu bahasa yang sangat mudah untuk dipelajari. Dalam hitungan jam, seseorang sudah akan bisa menulis dan mengucapkan huruf-huruf Hangeul dengan benar. Bagi masyarakat Korea, Hangeul merupakan salah satu aset budaya yang sangat mereka banggakan. Dengan semakin populernya musik, drama, atau film Korea, semakin banyak pula orang yang tertarik untuk mempelajari Hangeul.

Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu juga tertarik untuk mempelajarinya?  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Send this to a friend