Pemanfaatan EPT Test / TOEFL Prediction Test Sebagai Pendukung Optimalisasi Pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah

Pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar dan menengah di Indonesia telah dimulai sejak lama. Meskipun pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar sempat dihapuskan pada kurikulum 2013, bahasa Inggris kembali menjadi mata pelajaran yang dianjurkan untuk diajarkan di sekolah dasar pada Kurikulum Merdeka, yang dicanangkan pada tahun 2022.

Hal ini dilakukan karena Pemerintah kita menyadari bahwa kemampuan berbahasa Inggris menjadi kebutuhan dasar yang perlu dimiliki oleh seluruh anak Indonesia. Kemampuan inilah yang kelak akan memungkinan anak-anak Indonesia memiliki masa depan yang lebih baik. Mereka dapat berkomunikasi dengan orang-orang dari negara lain, membaca dan memahami teknologi dengan lebih jelas, meraih peluang-peluang di bidang pendidikan tinggi di luar negeri, yang kesemuanya itu akan meningkatkan kualitas hidup mereka di masa yang akan datang.

Pembelajaran bahasa Inggris di dalam kurikulum terbaru pendidikan dasar dan menengah kita saat ini difokuskan pada penguatan kemampuan berbahasa Inggris dalam enam keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, memirsa, menulis, dan mempresentasikan secara terpadu, dalam berbagai jenis teks. Capaian pembelajaran minimal keenam keterampilan bahasa Inggris ini mengacu pada Common European Framework of Reference for Languages: Learning, Teaching, Assessment (CEFR) yang disesuaikan dengan fase pendidikan yang dijalani oleh siswa.

Pemanfaatan EPT Test / TOEFL Prediction Test Sebagai Pendukung Optimalisasi Pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah

CEFR adalah singkatan dari “Common European Framework of Reference for Languages” atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai “Kerangka Acuan Umum Eropa untuk Bahasa.” CEFR adalah sebuah standar internasional yang digunakan untuk mengukur dan membandingkan kemampuan berbahasa seseorang dalam bahasa asing, terutama bahasa-bahasa Eropa, seperti bahasa Inggris, Spanyol, Prancis, Jerman, dan lainnya. CEFR membantu dalam menentukan tingkat kemampuan bahasa seseorang secara objektif dan digunakan secara luas di berbagai negara. CEFR memiliki skala nilai terendah dari A1 (Pemula), A2 (Pemula Tingkat Menengah), B1 (Tingkat Menengah Rendah), B2 (Tingkat Menengah), C1 (Tingkat Tinggi), hingga yang tertinggi yaitu C2 (Penguasaan Tinggi).

CEFR telah menjadi alat yang sangat berharga dalam mengukur kemampuan bahasa di seluruh Eropa dan di seluruh dunia, karena memberikan kerangka acuan yang konsisten dan dapat dipahami untuk menilai kemampuan berbahasa. Selain itu, banyak tes bahasa, seperti IELTS, TOEFL, dan Cambridge English, juga mengacu pada kerangka kerja CEFR dalam mengkomunikasikan hasil tes kepada pengguna. Tes bahasa Inggris yang menggunakan CEFR sebagai acuan memberikan deskripsi yang rinci tentang kemahiran peserta dalam setiap tingkat kemampuan berbahasa Inggrisnya, termasuk keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Hal ini membantu dalam menilai secara akurat sejauh mana seseorang telah menguasai bahasa Inggris.

Kerangka CEFR ini dapat dipakai sebagai acuan hasil belajar bahasa Inggris yang dicapai siswa sekolah ketika mereka akan lulus dari satu sekolah dan akan memasuki jenjang pendidikan berikutnya. Murid-murid yang lulus dari Sekolah Dasar diharapkan telah mendapatkan nilai CEFR A1, murid-murid Sekolah Menengah Pertama diharapkan untuk mencapai nilai CEFR A2, sedangkan bagi murid-murid yang akan lulus dari jenjang Sekolah Menengah Atas diharapkan untuk mencapai nilai CEFR B1.

Untuk mempersiapkan diri dalam memenuhi target hasil belajar yang ingin dicapai dalam setiap jenjang pendidikan, ada baiknya jika siswa melakukan tes kemampuan bahasa Inggris (English Proficiency Test) atau TOEFL Prediction Test. Berbagai lembaga bahasa Inggris menyediakan tes kemampuan bahasa Inggris ini. Namun, pastikan bahwa tes kemampuan bahasa Inggris yang akan diambil memang mengacu kepada CEFR, sehingga selaras dengan apa yang diberlakukan dalam kurikulum terbaru di dunia pendidikan kita, yaitu Kurikulum Merdeka.

Pemanfaatan EPT Test / TOEFL Prediction Test Sebagai Pendukung Optimalisasi Pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah

Tes ini sebaiknya dilakukan di awal, di tengah, dan menjelang akhir kegiatan belajar di sekolah. Tujuan untuk mengikuti tes ini di awal masa sekolah adalah untuk mengukur kesiapan siswa menghadapi materi-materi pelajaran yang akan diajarkan di sekolah. Jika siswa ternyata memerlukan bimbingan, orang tua dapat segera mengambil keputusan untuk membantu siswa dalam proses belajarnya, baik dengan belajar mandiri di bawah bimbingan orang tua, ataupun dengan mendaftarkan siswa tersebut ke suatu lembaga pendidikan bahasa Inggris.

Tes kemampuan bahasa Inggris yang dilakukan di tengah masa sekolah bertujuan untuk memantau kemampuan siswa dalam menyerap pelajaran bahasa Inggris yang diberikan di sekolah. Dengan melakukan tes ini di tengah masa belajar, siswa dan orang tuanya dapat melihat apakah ada peningkatan dalam kemampuan bahasa Inggris siswa. Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan bahwa siswa selalu memenuhi standar kompetensi yang disyaratkan di jenjang pendidikannya. Jika ternyata pencapaian siswa di tengah masa belajar belum memenuhi target, tindakan koreksi akan lebih mudah untuk dilakukan. Lebih jauh lagi, English Proficiency Test atau TOEFL Prediction Test yang mengacu kepada CEFR akan mengidentifikasi area-area kelemahan dalam kemampuan bahasa Inggris siswa. Ini memungkinkannya untuk fokus pada aspek-aspek tertentu dari bahasa Inggris yang perlu ditingkatkan.

Menjelang akhir kegiatan belajar di sekolah, akan lebih baik jika siswa juga menguji kemampuannya dengan mengikuti tes EPT atau TOEFL Prediction untuk mengetahui apakah target belajar selama ini telah tercapai atau belum.  Meskipun mungkin akan sulit untuk mengejar peningkatan nilai hanya dalam waktu singkat dengan mengikuti pembelajaran kilat yang intensif, namun dengan cara belajar yang tepat akan sangat membantu untuk mengejar target nilai yang ingin diraih.

LB LIA telah menyelenggarakan English Proficiency Test selama lebih dari 25 tahun. Dengan soal-soal tes yang telah diriset dan dianalisa, serta diuji cobakan sebelum digunakan, EPT LIA dapat dipercaya akurasi dan validasi hasilnya. Tes EPT ini mencakup tiga bagian, yaitu Listening Comprehension (Uji Keterampilan Mendengarkan), Structure and Written Expression (Uji Keterampilan Struktur dan Ekspresi Tertulis), serta Reading Comprehension (Uji Keterampilan Membaca). Selain EPT, LB LIA juga menyelenggarakan tes CEFR secara online. Dalam mengujikan empat bidang keterampilan berbahasa Inggris, yaitu Reading (Keterampilan Membaca), Listening (Keterampilan Menyimak), Speaking (Keterampilan Berbicara), dan Writing (Keterampilan Menulis), tes CEFR ini dilaksanakan dalam waktu satu jam. Para siswa sekolah di manapun akan dapat dengan mudah mengikuti tes ini. Klik link ini: https://lblia.com/cefr-online-test/ untuk mendapatkan info lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Send this to a friend