bahasa korea

Bahasa Korea Ternyata Punya Fakta-fakta Unik Ini, Lho!

Demam virus Korean wave nampaknya kini telah menjangkiti berbagai belahan dunia, tidak terkecuali Indonesia. Penyebaran virus satu ini tidak menimbulkan penyakit, justru menyebarkan kebudayaan pop Korea ke seluruh penjuru dunia. Kini, drama, film, lagu, hingga acara TV Korea semakin digandrungi masyarakat dunia. Begitu juga dengan budaya dan bahasa Korea yang semakin giat dipelajari.

Namun, sayangnya banyak yang mempelajari bahasa dan budaya negara satu ini tanpa tahu beberapa fakta yang melatarbelakanginya. Kira-kira apa saja, ya, fakta-fakta unik bahasa Korea yang belum banyak diketahui ini? Ini dia pembahasan selengkapnya yang perlu disimak!

Fakta Sejarah Bahasa Korea dan Hangeul

Bagi penggemar dan pelajar bahasa negeri gingseng ini pasti sudah tahu bahwa sistem tulisan bahasa negara satu ini disebut dengan nama Hangeul. Namun, Hangeul ternyata baru muncul pada abad ke-15, dan sebelumnya bahasa Korea menggunakan sistem huruf Tionghoa yang disebut sebagai aksara Hanja.

Hanya saja, sebenarnya tutur bahasa Korea dan Tionghoa cukup berbeda, sehingga banyak kalimatnya yang sulit diungkapkan dengan tepat menggunakan aksara Hanja.

Hingga akhirnya, tercetuslah pembuatan aksara Hangeul pertama kali oleh Raja Sejong pada tahun 1443 atau masa Dinasti Joseon. Aksara Hangeul terdiri atas 24 huruf yang terbagi menjadi 14 huruf konsonan dan 10 huruf vokal. Aksara ini lebih mudah jika dibandingkan dengan aksara Hanja dan dapat dipelajari oleh berbagai golongan. Namun, pada awal terciptanya Hangeul, huruf ini hanya baru disebarkan melalui lagu anak, sehingga mudah diserap dan dimengerti oleh anak-anak dan juga golongan masyarakat yang tidak berpendidikan.

Hangeul Memiliki Hari Peringatan Khusus yang Dirayakan Setiap Tahun

Sejarah Hangeul yang tercatat dengan jelas membuat aksara ini memiliki hari peringatan khusus yang dirayakan oleh masyarakat Korea setiap tahunnya. Bahkan, meski terpisah dua bagian negara, Korea Selatan dan Korea Utara sama-sama memiliki Hari Hangeul meski berbeda tanggal perayaan. Korea Utara merayakan Hari Hangeul setiap tanggal 15 Januari, sedangkan Korea Selatan memeringati Hari Hangeul setiap tanggal 9 Oktober.

Aksara Hangeul telah banyak memberi kontribusi besar dalam memberantas buta huruf di Korea. Oleh karena itu, Hunminjeongeum Haeryebon (Buku Panduan Bahasa Korea) berhasil mendapat pengakuan dari UNESCO dan tercatat dalam Memory of the World Register karena kontribusinya itu.

Bahasa Korea Memiliki Susunan Kalimat Sederhana Berbentuk S-O-P

Susunan kalimat menjadi hal yang pasti dimiliki semua bahasa, tidak terkecuali Korea. Susunan kalimat sederhana dalam bahasa satu ini sedikit berbeda dari bahasa Indonesia yang menggunakan susunan S-P-O (Subjek-Predikat-Objek). Bahasa negara Hallyu ini memiliki susunan S-O-P (Subjek-Objek-Predikat) yang mungkin agak terdengar aneh bagi orang Indonesia.

Ketika orang Indonesia yang ikut kursus bahasa Korea, susunan kalimat mungkin akan menjadi salah satu tantangan tersendiri. Pada awal-awal pembelajaran bahasa satu ini mungkin agaj sedikit membingungkan karena orang Indonesia terbiasa dengan susunan kalimat S-P-O.

Memiliki Sistem Honorifik yang Membuat Bahasanya Lebih Bervariasi

Bahasa negri gingseng ini sangatlah mengutamakan rasa hormat pada orang yang lebih tua sehingga menggunakan sistem honorifik. Jadi, ketika berbicara dengan bahasa ini kepada orang yang lebih tua atau orang yang dihormati, maka perlu menggunakan bahasa dengan sistem honorifik yang lebih sopan dan halus.

Terkadang, hal ini juga berlaku ketika berbicara dengan orang yang baru ditemui atau tidak terlalu kenal dekat. Sistem honorifik dalam bahasa satu ini memang agaklah rumit. Sebab, penggunaannya dilihat dari pengganti kata kerja dan kosakata yang berbeda tergantung dari orang yang diajak berkomunikasi.

Bahasanya Memiliki Beragam Dialek Daerah Seperti Bahasa Indonesia

Meski tidak seluas Indonesia, Korea Selatan juga terbagi-bagi menjadi beberapa daerah dan provinsi. Masing-masing provinsi ini memiliki dialeknya sendiri sama seperti Indonesia. Bahasa dialek daerah yang ada cukup berbeda dengan bahasa nasional Korea yang umum dipelajari masyarakat dunia dan dipakai di Seoul sebagai bahasa standar Korea.

Namun, di beberapa daerah seperti Daegu, Busan, Jeju, Ilsan, dan lain-lain memiliki bahasa dialek sendiri yang agak berbeda dari bahasa nasional Korea yang umum digunakan di Seoul.

Nah, itu dia beberapa fakta-fakta unik bahasa Korea yang perlu diketahui. Jadi semakin tertarik untuk belajar bahasa satu ini, kan? Jika iya, ayo segera tingkatkan kemampuan bahasamu dengan kursus bahasa Korea di LBLIA!

Share this:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked*